Ini Kronologis Bentrok Suporter PSIS versi Warga

|

Petugas TNI melakukan sweeping suporter PSIS (Foto: Rustaman N/Sindo TV)

Ini Kronologis Bentrok Suporter PSIS versi Warga

JAKARTA - Bentrok yang melibatkan suporter PSIS dengan warga ditengarai berawal saat pendukung sepak bola melakukan penjarahan dan perusakan rumah di Desa/Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Seorang warga Desa Godong, Sugiyanto (38), mengatakan, bentrokan bermula saat iring-iringan suporter PSIS hendak kembali ke Semarang, setelah menyaksikan pertandingan sepakbola PSIS melawan Persipur Grobogan.

Tanpa diketahui sebabnya, mereka tiba-tiba melakukan penjarahan toko dan rumah makan serta merusak rumah-rumah penduduk di Desa Klampok, Godong, dan Bugel.

“Mereka yang memulai, tiba-tiba saja menjarah toko dan barang dagangan warga. Bahkan nasi kucing di angkringan juga diborong mereka tanpa membayar sama sekali, selain itu gerobaknya dibakar,” ujar Sugiyanto kepada Okezone, Senin (6/5/2013).

Menurut Sugi, semula warga hanya diam ketika melihat aksi anarkis suporter, namun tindakan mereka semakin brutal dengan merusak dan membakar enam sepeda motor yang diparkir di tepi jalan.

“Enam sepeda motor dirusak dan dibakar. Toko pakaian juga dijarah ribuan suporter, mereka sangat anarkis,” tambahnya.

Kemarahan warga semakin memuncak ketika ketika para suporter dengan seenaknya merusak dan melempari rumah penduduk. Warga yang tersulut emosi mengambil berbagai senjata tajam untuk menghadang suporter. Selain itu warga juga memblokade jalan menuju Semarang.

“Mendapat perlakuan seperti itu siapa yang tidak marah. Warga langsung mengambil senjata parang, tombak, bambu, kayu, dan yang ada di sekitarnya. Warga juga melempari mereka dengan batu,” jelasnya.

Para suporter tidak dapat melanjutkan perjalanan, berniat kembali ke arah timur. Namun, warga di Desa Klampok, Kecamatan Godong, juga melakukan blokade hingga pendukung setia tim sepakbola PSIS itu terkepung.

“Dari barat warga Desa Godong dan Bugel melakukan pencegatan, sementara di timur dihadang warga Desa Klampok. Kami marah, karena mereka merusak dan menjarah. Kami baru melepaskan mereka jika bersedia memberi ganti rugi,” urainya.

Namun, permintaan warga untuk meminta ganti rugi tidak mendapat jawaban dari suporter yang didominasi pemuda tanggung tersebut. Akibatnya, warga terus melempari dengan batu.

Sementara polisi yang berjaga tak dapat berbuat banyak karena jumlahnya tak sebanding dengan warga dan suporter yang jumlahnya sekira 1.000-2.000 orang.

“Polisi ada di lokasi tapi ya diam saja, kami jumlahnya ribuan, suporter juga ribuan. Pengepungan itu berlangsung hingga pagi tadi. Lalu lintas lumpuh total sejak warga memblokade jalan semalam,” bebernya.

Hingga larut malam, warga masih mengepung para suporter. Selain itu, warga juga menghujani mereka dengan batu. Aksi saling lempar batu semalam suntuk itu mengakibatkan beberapa suporter terluka. Namun, menurut Sugiyanto, tak ada warga yang terluka dalam kerusuhan itu.

“Kami kurang tahu jumlah korban dari pihak mereka, namun kami tidak ada yang terluka. Mereka tetap di lokasi (depan Kantor Pegadaian Purwodadi) karena semua akses jalan ditutup. Kami juga berjaga di lorong-lorong desa agar tak dimasuki. Sangat berbahaya bila terjadi bentrokan di tengah kampung,” tandasnya.

Ribuan suporter akhirnya bisa lolos dari kepungan warga setelah aparat gabungan TNI dan Polri terjun ke lokasi. Selain mendatangkan pasukan tambahan dari Semarang, sejumlah anggota TNI dari Blora juga turut mengendalikan situasi bentrok.

“Mereka baru lolos setelah banyak polisi dan tentara yang berdatangan. Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro juga datang ke sini tadi,” tukasnya.

Saat ini kondisi sudah kondusif, tidak ada lagi konsentrasi massa di beberapa titik. Jalur Semarang-Blora yang semula ditutup juga sudah dibuka kembali. Kendati demikian, warga mengaku masih waspada bila terdapat serangan balasan.

“Kami siap bila terjadi serangan balasan,” tegasnya. 

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Keunikan Dari Mobil Listik Suryawangsa 2 Arjuna