Polisi Justru Kabur Saat Kampung Ahmadiyah Diserang

|

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

Polisi Justru Kabur Saat Kampung Ahmadiyah Diserang

JAKARTA- Polisi diketahui justru pergi meninggalkan Kampung Wanisagara, Desa Tejowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada saat jamaah Ahmadiyah diserang oleh ratusan orang Minggu (5/5) dini hari.

Awalnya, kata perwakilan Jamaah Ahmadiyah, Zaenuda Ikhwanul Aziz, polisi memang sempat berjaga di sekitar kampung.  “Kami telah melakukan koordinasi kepada aparat setempat untuk melakukan pengajian.Dan sebelum hari Sabtu, pihak Polsek Salawu memberitahukan kepada pengurus Ahmadiyah jika akan ada pergerakan massa yang menuju ke Desa Tejowaringin,” kata Zaenuda di gedung YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013).

Hari Sabtu pagi, kata Zaenuda, aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya pun ikut menerjunkan anggotanya sebanyak dua truk Pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) dan Pasukan Anti Huru Hara (PHH) untuk mengamankan warga yang sedang melaksanakan pengajian yang diagendakan sampai dengan hari Minggu 5 Mei 2013.

Zaenuda menambahkan, pihak kepolisian kemudian memberikan kabar kepada pengurus Ahmadiyah setempat, tidak ada pergerakkan massa. “Pasukan Dalmas meninggalkan desa tersebut dan hanya meninggalkan pasukan Anti Huru Hara,” katanya.

Barulah, sekitar pukul 01.30 WIB, Minggu dini hari sekelompok masa yang berjumlah sekira 150 orang menuju perkampungan Wanisagara dan Citeguh, Desa Tejowaringin dan melakukan penyerangan dan perusakan terhadap tiga mobil, satu motor, 25 bangunan dan fasilitas umum.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jadi Gudang Sabu, Ketua RT Perumahan Elite Ngaku Kecolongan