Koalisi "Bersih" Belum Akui Hasil Pemilu Malaysia

Foto : Pemilu Malaysia (The Star)

Koalisi
KUALA LUMPUR - Koalisi Bersih 2.0 masih belum mengakui kemenangan Barisan Nasional dalam pemilu ke-13 yang dilaksanakan Minggu lalu. Mereka menunggu munculnya laporan penyelidikan atas dugaan penipuan yang terus menerus disinggung oleh oposisi.

Bersih turut mengklaim adanya kecurangan, pemilih bayangan, dan beberapa penyimpangan lain dalam Pemilu Parlemen Malaysia. Wakil Ketua Bersih Ambiga Sreenevasan mengatakan bahwa Bersih memang mewaspadai insiden-insiden ini sejak dulu.

"Kami mendesak seluruh warga yang memiliki informasi akurat mengenai kecurangan pemilu itu untuk datang dan melaporkannya ke polisi," ujar Ambiga, seperti dikutip The Star, Selasa (7/5/2013).

"Kami juga mendesak seluruh kandidat yang menjadi korban dari penipuan ini, untuk mengisi petisi mengenai pemilu," tegasnya.

Dalam jumpa pers, Ambiga mengecam keras Komisi pemilu Malaysia. Menurutnya, komisi itu sangat lemah dalam mengatur mekanisme pemilu. Komisioner-komisioner di organisasi tersebut juga diminta mundur dari tugasnya, namun hal itu ditolak oleh Wakil Ketua Komisi Pemilu Malaysia Ahmad Omar.

"Komisi Pemilu sudah mengalami kegagalan yang cukup menyedihkan di saat pemilu berlangsung. Penjelasan mereka tentang, mmengapa tinta pemilu itu sangat tidak logis," paparnya.

Petisi menentang hasil pemilu itu diisi secara online di situs change.org. Menurut laporan, lebih dari 200 ribu warga Malaysia telah mengisi petisi tersebut.

Seperti diketahui, rencana demonstrasi yang akan dilaksanakan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mendapatkan dukungan dari koalisi Bersih. Ambiga juga kecewa dengan Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr yang enggan mengkritik proses pemilu di Malaysia.

"Kami tidak perlu bantuan dari komunitas internasional yang mengatakan bahwa pemilu ini adil. Kami tidak membutuhkan mereka yang mengatakan bahwa negara kami memiliki sistem demokrasi yang baik," jelasnya. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bersihkan Korupsi, Jokowi Harus Pilih Jaksa Agung dari Eksternal