Israel Tuduh Pihaknya Diserang Suriah

|

Tank Israel di dataran tinggi Golan (Foto: Reuters)

Israel Tuduh Pihaknya Diserang Suriah

TEL AVIV - Seorang pejabat militer Israel mengklaim wilayah mereka di Dataran Tinggi Golan diserang mortar yang berasal dari Suriah. Mortar itu jatuh di tengah ketegangan dimana Israel melakukan penyerangan ke Suriah, akhir pekan lalu.

Menurut pihak militer Israel, mortar itu jatuh di wilayah kosong dan tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan. Namun Negara Yahudi itu sudah merasa terganggu serangan mortar tersebut. Demikian diberitakan Al Arrabiya, Selasa (7/5/2013).

Ini adalah ketiga kalinya tembakan berasal dari Suriah mengenai Israel. Sebagian besar dari tembakan itu jatuh ke wilayah Israel tanpa disengaja, karena kondisi perang saudara yang tengah berkecamuk selama dua tahun terakhir.

Dataran Tinggi Golan sudah dilanda ketegangan sejak konflik terjadi di Suriah dua tahun lalu. Tetapi hanya ada persinggungan kecil antara Israel dan Suriah di wilayah perbatasan tersebut.

Israel yang secara teknis masih dalam konfisi perang dengan Suriah, mencaplok wilayah dataran tinggi seluas 1.200 kilometer persegi itu. Jatuhnya Dataran Tinggi Golan terjadi pada Perang Enam Hari di tahun 1967 antara Israel dengan Suriah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menempatkan tim pengawasnya di Golan sejak 1974 silam. Penempatan tim pengawas itu dilakukan untuk mengawasi gencatan senjata yang masih berjalan antara Israel dan Suriah.

Selama akhir pekan, Israel melakukan serangan ke Suriah. Israel mengklaim serangan itu ditujukan kepada pengiriman senjata dari Iran yang ditujukan kepada kelompok Hizbullah di Lebanon. Dalam kunjungannya ke China, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan sudah menjadi hak dari negaranya untuk melakukan pembelaan diri.

Sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry berkunjung ke Rusia untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas kondisi Suriah, terutama setelah Israel melancarkan serangan.

Kerry berharap bisa merubah sikap Rusia yang selama memiliki pandangan berbeda dengan Suriah. AS kini mencoba melakukan pendekatan dengan Rusia melalu dua pendapat yakni, ancaman AS untuk mempersenjatai opisisi Suriah dan bukti adanya senjata kimia yang dilakukan pasukan Pemerintah Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JK Sebut Demokrasi Indonesia Terbaik di Asia