Pengacara Luthfi: KPK Tidak Assalamualaikum

Rabu, 08 Mei 2013 17:07 wib | Achmad Fardiansyah - Okezone

Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Runi/Okezone) Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Runi/Okezone) JAKARTA - Kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), Zainudin Paru, menyebut penyitaan lima mobil mewah milik kliennya di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyalahi aturan karena tidak membawa surat penyitaan.

Zainudin memastikan akan mendukung dan menjamin jalannya penyidikan oleh penyidik KPK dengan syarat sesuai dengan aturan yang berlaku, serta membangun komunikasi yang baik dengan pihaknya.

"Ya kalau dia datang dengan tidak Assalamualaikum, kita juga tidak perlu bukakan. Maksudnya semua kan harus dilakukan dengan komunikasi yang bagus, kalau tamu datang ke rumah orang dengan Assalamualaikum kita akan buka," ujar Zainudin Paru di depan Gedung DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2013).

Menurutnya, PKS akan kooperatif dan tidak ada upaya untuk menghalang-halangi. "Jadi kita tidak mau berdebat panjang, tentang yang kemarin. Jangankan mobil, ketika Pak LHI 30 januari lalu, dijemput oleh KPK tidak ada upaya untuk menghalangi dari kader PKS maupun pengurus DPP," tuturnya.

Ditambahkannya, penolakan atas penyitaan beberapa mobil yang diduga terkait dengan tindak pidana pencucian uang dalam pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian lantaran KPK tidak membawa surat resmi.

Sebelumnya, juru bicara KPK Johan Budi SP menegaskan saat upaya penyitaan berjalan, penyidik membawa surat tersebut dan sudah diperlihatkan ke petugas yang menjaga kantor Dewan Pengurus Pusat PKS.

Namun, akibat dihalang-halangi, penyidik KPK akhirnya hanya melakukan penyegelan. Menurut Johan, kondisi di sana ketika itu tidak memungkinkan melakukan penyitaan.
(ded)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »