KPK Kejar Pejabat Pemkot Bandung Terkait Suap Bansos

|

Ilustrasi (Foto. Dok. Okezone)

KPK Kejar Pejabat Pemkot Bandung Terkait Suap Bansos

JAKARTA - Sejumlah nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dikabarkan ikut serta dalam pemberian suap dalam penanganan perkara kasus Bantuan Sosial (Bansos) di Pemkot Bandung terhadap Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tejocahyono.  

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun saat ini diketahui tengah menelusuri praktek tersebut dengan memeriksa sejumlah pejabat di Kota Kembang itu. Hal tersebut juga telah diakui oleh Asisten II Sekda Kota Bandung Ubad Bachtiar.

 

Seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK pada Rabu (8/5/2013), dia mengaku dicecar pertanyaan seputar pemberian uang suap tersebut atau dikenal dengan istilah udunan atau iuran.

 

"Saya ditanyakan soal udunan itu. Namun, saya tegaskan jika saya tidak terlibat untuk itu," katanya di Gedung KPK.

 

Kendati demikian, dia mengaku tahu mengenai kabar pemberian suap secara iuran tersebut. Namun, dia membantah bila dikatakan terlibat dalam praktek itu. "Saya urus diri sendiri saja, saya tidak tahu soal itu," tukasnya.

 

Sebelum Ubad, KPK juga memeriksa Kabag Hukum Pemkot Bandung, Erik M Attauriq, namun, dia enggan menjelaskan pemeriksaan yang dijalaninya di gedung KPK. Selain Erik, KPK juga sudah memeriksa Plt Sekda Kota Bandung, Yosi Irianto, dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung, Rusjaf Adi Menggala. Namun, keduanya juga membantah telah ikut serta dalam pemberian suap tersebut. Bahkan, Wali Kota Bandung, Dada Rosada juga telah dicekal KPK.

 

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, diantaranya adalah Setyabudi Tejocahyono yang menjabat sebagai Wakil Ketua PN Bandung dan menjadi Hakim Ketua saat penanganan perkara Bansos Bandung. Kemudian, tersangka lainnya yakni, Kepala Dinas Pendapatan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Bandung, Herry Nurhayat, Ketua Ormas Gasibu Padjajaran, Toto Hutagalung dan pegawai Toto/kurir pemberi suap, Asep Triana.

(hol)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kejagung Sita Aset Udar Pristono