Korban Gedung Runtuh di Bangladesh Bertambah Jadi 705 Jiwa

|

Gedung yang runtuh di Bangladesh (Foto: AFP)

Korban Gedung Runtuh di Bangladesh Bertambah Jadi 705 Jiwa
DHAKA - Korban tewas akibat insiden gedung runtuh di Bangladesh terus bertambah. Angka terakhir menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 705 jiwa.

Sementara ratusan dari pekerja garmen yang selamat dari gedung runtuh itu, menuntut kompensasi gaji mereka. Ratusan pekerja yang selama dari kejadian nahas tersebut, memblokir jalanan yang berada tidak jauh dari lokasi runtuhnya gedung. Tidak ada kekerasan dalam protes ini, namun lalu lintas di Dhaka terganggu selama beberapa jam.

Pihak Kepolisian Bangladesh dan regu penyelamat masih terus mencari korban yang dikhawatirkan masih terperangkap di dalam gedung delapan lantai yang runtuh tersebut. Pihak berwenang memastikan jumlah korban tewas yang ditemukan hingga saat ini telah mencapai 705 jiwa.

Tidak ada yang tahu jumlah akhir dari insiden berdarah itu. Sementara polisi sendiri tidak bisa memastikan berapa jumlah orang yang berada di dalam Gedung Rana Plaza, di saat kejadian itu berlangsung. Demikian diberitakan AFP, Rabu (8/5/2013).

Hingga saat ini lebih dari 2.500 warga berhasil diselamatkan dari reruntuhan gedung. Peristiwa ini adalah insiden paling terparah yang pernah terjadi pada industri garmen Bangladesh. Runtuhnya gedung juga dianggap sebagai kecelakaan industri paling mematikan.

Pemerintah Bangladesh belum menjelaskan secara spesifik waktu untuk memperbaiki operasi pabrik garmen yang berada di dalam gedung itu. Mereka menegaskan masih terus fokus mencari korban yang terperangkap dalam puing.

Pihak berwenang menyatakan, pemilik gedung hanya memiliki izin membangun gedung itu hingga lima lantai. Tiga lantai tambahan lainnya, dibangun secara ilegal.

Selain itu pemiliki gedung juga mengizinkan pabrik garmen untuk memasang peralatan berat dan generator, meskipun peruntukan gedung bukan ditujukan untuk kepentingan industri. (faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rini Soemarno Diragukan Bisa Laksanakan Agenda Trisakti