Sel Teroris Akan Terus Berkembang Biak di Indonesia

|

Ilustrasi (Dok Okezone)

Sel Teroris Akan Terus Berkembang Biak di Indonesia

JAKARTA - Eksistensi kelompok teroris di Indonesia akan terus bertahan meski pemerintah telah melakukan tindakan represif. Pengamat teroris Al Chaidar menilai jaringan teroris di Indonesia akan terus melahirkan sel baru.

 

"Teroris di Indonesia mengalami perkembangbiakan yang cukup tinggi, sel baru (teroris baru) tumbuh dari jaringan yang lama," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (9/5/2013).

 

Tumbuhnya teroris yang baru, kata Chaidar, proses perekrutannya sangat cepat. Sehingga diperlukan tindakan nyata untuk mengeliminirnya. "Proses rekrutmentnya sangat cepat, kalau tidak diantisipasi ini bisa kalah terus," tegasnya.

 

Menurutnya, hingga saat ini ada sembilan kelompok teroris di Indonesia yang masih aktif, dan masih akan terus berkembang. "Dulu awalnya DI, kemudian pecah jadi JI, dan kelompok DI itu pecah menjadi empat kelompok, sedangkan JI ada yang lima kelompok. Mereka semua bergerak," tutupnya.

 

Operasi penangkapan yang digelar Detasemen Khusus 88 Mabes Polri selama beberapa hari terkahir berhasil meringkus 20 terduga teroris. Sebanyak 7 orang di antaranya tertembak mati. Polisi pun menyita beberapa barang bukti dari mereka. Berupa senjata api dan granat.

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar menjelaskan, operasi di Jakarta dan Tangerang Selatan berhasil ditangkap lima orang.

 

”Untuk operasi di Jakarta dan sekitarnya seperti Pondok Aren dan Ciputat berhasil kita tangkap dalam keadaan hidup Faisal alias Boim, Endang, Agung, Agus Widharto, dan Imam,” ungkap Boy.

 

Barang bukti yang disita dari tangan mereka adalah 1 senjata api revolver, 20 butir peluru, beberapa perhiasan, laptop, HP, dan uang tunai Rp 30 jutaan. ”Semua itu hasil fai (mengumpulkan harta benda untuk tujuan jihad) yang mereka lakukan,” tegasnya.

 

Lalu untuk operasi di Kebumen, Jawa Tengah, Densus 88 berhasil menangkap Farel, Wagiono, dan Slamet dalam keadaan hidup. Sedangkan Toni, Bastari dan Bayu tertembak mati.

 

”Hingga kini kita masih memburu dua orang lagi di Kebumen. Mereka bersembunyi di dalam rumah yang telah kami kurung. Mereka kami perkirakan menyimpan 2 senjata api, 2 bom, dan 1 granat,” tambahnya.

 

Kemudian di Batang, Kendal, lanjut Boy, tim berhasil menembak mati salah satu pimpinan kelompok, yakni Abu Roban. Kemudian, Puryanto alias Sugianto, dan Iwan berhasil ditangkap dalam keadaan hidup dengan barang bukti 1 senjata api jenis FN dengan 6 butir peluru, 1 revolver dengan 3 butir peluru, note book, dan flashdisc.

 

Tak hanya itu, penangkapan pun dilakukan di Bandung dan Sumedang, Polri pun berhasil membekuk lima orang, yakni William Maksum alias Acum alias  Dadan dengan barang bukti pistol jenis browning rakitan, magazine 1 buah, amunisi  kaliber 3.8 special 200 butir, amunisi 9 mm 80 butir, uang tunai Rp6 juta, pisau genggam, ponsel dua unit, kamera satu unit, modem dua unit, dan satu senpi jenis revolver.

 

”Lalu di rumah yang kita kepung di Bandung kemarin kita berhasil menangkap  Haris Fauzi alias Jamrud dalam keadaan hidup dan tiga orang tewas yakni Budi alias Angga, Bang Junet alias Encek, dan Sarame,” tutupnya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Motor Satria Bergaya MotoGP Akan Dijual