AS Khawatir Suriah Dapatkan Perisai Misil Canggih Rusia

|

Foto : Misil S-300 (RIA Novosti)

AS Khawatir Suriah Dapatkan Perisai Misil Canggih Rusia

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) kini semakin khawatir karena Rusia berniat menjual sistem pertahanan misil yang canggih ke Suriah. Dengan senjata tersebut, kapabilitas pertahanan Suriah akan semakin meningkat.

Rusia memang dikenal sebagai pemasok senjata utama ke Suriah. Namun terkait pengiriman sistem pertahanan misil S-300, hal itu akan semakin mengancam AS.

Dengan kepemilikan S-300, AS akan semakin kesulitan untuk menetapkan zona larangan terbang di negara Arab tersebut. Senjata anti-misil buatan Negeri Beruang Merah itu pun sanggup melacak ancaman serangan misil dari target yang berbeda, termasuk di antaranya adalah dari pesawat.

"Ada kekhawatiran, hal ini (penjualan S-300) akan terjadi," ujar salah seorang pejabat AS yang menolak disebutkan namanya, seperti dikutip New York Times, Kamis (9/5/2013).

Beberapa pejabat Negeri Paman Sam juga menduga, Rusia akan menjual perisai misil serupa ke Iran. Namun rencana penjualan itu dikabarkan sudah batal.

Sistem pertahanan misil Suriah memang cukup kuat. Namun senjata mereka tampaknya mengalami kesulitan ketika harus menangkal serangan jet tempur Israel. Seperti diketahui, Negeri yahudi sudah melakukan serangan udara ke Suriah sebanyak tiga kali guna menghentikan distribusi senjata dari Suriah ke Hizbullah.

Isu Suriah memang menjadi salah satu hal yang memperburuk hubungan AS dan Rusia belakangan ini. AS dan mitra-mitranya sepakat untuk memperkuat posisi oposisi Suriah dalam menumbangkan Presiden Bashar al-Assad, namun Rusia menolak mendukung mereka.

Kemarin, Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Kerry mencoba mencari tahu, langkah apa yang bisa dilakukan AS dan Rusia mengenai isu Suriah. Kerry pun menghindari pembahasan mengenai penjualan senjata Rusia ke Suriah.

(AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JK: Menko Polhukam Takut Munas Golkar di Bali Ricuh