Legislator Demokrat Genjot Ubah Wajah Desa

|

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Legislator Demokrat Genjot Ubah Wajah  Desa

JAKARTA - Semangat dalam membantu masyarakat khususnya wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat tidak pernah terhenti. Begitu juga dalam membantu mengembangkan program-program pemerintah seperti program PPIP, Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Seringnya membantu wilayah pedesaan seperti memperbaiki jalan, rumah-rumah warga sarana umum yang menjadikan politikus Partai Demokrat ini terus banjir dukungan dan pujian. Pujian dan dukungan tersebut terlihat pada acara Silaturahmi dan sosialisasi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) 2013 antara Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat, Roestanto Wahidi dengan Kades Kabupaten Bandung, di Hotel Bumi Asih Jaya.

Bahkan, karena merasa terbantu dengan PPIP, Rutilahu, Air bersih dan Gapoktan, para kades yang mendorong Roestanto agar maju lagi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dan bisa terpilih menjadi anggota dewan.

"Sekian anggota DPR RI dari dapil Bandung dan Bandung Barat dari berbagai dapil hanya pak Roestanto saja yang sering terlihat dan rajin komunimasi dengan mansyarakat. Terlebih banyak memperjuangan aspirasi masyarakat dengan program-program pemerintah, " kata Dedi Bram selaku Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bandung, dalam pesan elektroniknya, Jumat (10/5/2013).

Dedi Bram juga menyampaikan terima kasih kepada politisi Partai Demokrat yang sudah dua kali terpilih menjadi anggota dewan lantaran kontribusinya yang tidak pernah henti-henti dalam membangun desa-desa di Kabupaten Bandung.

”Pak Roestanto ini telah mampu merubah wajah desa-desa di Kabupaten Bandung menjadi lebih indah, misalnya jalan-jalan desa yang diaspal melalui PPIP, rumah-rumah warga yang tidak layak huni disulap menjadi rumah yang layak huni melalui program Rutilahu, pembangunan sarana air bersih, bantuan Gapoktan dan lainnya,” kata Bram.

Sementara Roestanto mengatakan, pujian dan dukungan dari masyarakat Bandung dan Bandung Barat tidak menjadikan dirinya berbesar hari. Pasalnya menurut anggota Komisi V DPR RI ini yang saat ini bisa dilakukan adalah kerja, kerja dan kerja.

"Wah saya tidak berfikir mengenai pujian tersebut. Soal dukungan mungkin saya harus hargai, tapi yang menentukan mereka tak lain masyarakat Bandung saya bisa duduk kembali atau tidak jadi anggota DPR RI," kata Roestanto.

Dia mengakui bahwa tugas anggota DPR RI selain harus memperjuangkan pembangunan tingkat nasional, tentunya juga harus memperjuangkan pembangunan dapilnya.

”Seperti saya memperjuangkan pembuatan penanganan banjir di Bandung Selatan, pembuatan polder Cieunteung, air bersih untuk Bandung Timur, dana untuk pembebasan lahan jalan tol Pasirkoja Soreang (Seroja) tinggal disetujui saja, di KBB juga banyak program,” kata Plt Ketua DPC Kabupaten Bandung Barat ini.

Lanjut Roestanto bahwa tahun 2013 ini, banyak sekali program yang kita perjuangankan diluar PPIP seperti di Dapil Jabar II ini konsen pembangunan pedesaan.

”Sebab, kalau kita jalan-jalan ke desa maka kita temukan banyak sekali desa-desa yang harus kita bantu. Program yang cepat itu adalah PPIP, untuk tahun 2013 ini ada 57 desa yang dapat PPIP seperti Desa Ciwidey, Mekarmaju, Jagabaya, Cimaung, Cikalong, Margamulya, Nagrak, Pangauban, Mekarsari, Tanjungwangi, Mandalasari dan lainnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu juga Roestanto kembali menekankan mengenai bantuan pememerintah yang tidak boleh dipotong. "Perlu diperhatikan para kades, PPIP Rp 250 juta ini tidak boleh dipotong satu senpun, pada saat sosialisasi PPIP itu ada pakta integritas yang harus ditantatangani, sepakat untuk tidak memberi suap, hadiah, atau bentuk lainnya.

Sebab, kata dia, ada beberapa kasus ada kades yang sampai sekarang dikejar-kejar oleh oknum yang meminta jatah dari PPIP, dia berharap tahun-tahun yang akan datang tidak ada lagi pemotongan seperti itu. Dia menambahkan, diluar itu, melalui Komisi IV DPR RI yang juga melalui lobi Roestanto, ada tujuh Gapoktan yang mendapatkan bantuan Rp100 juta. ”Semoga bisa dimanfaatkan untuk kelompok tani tersebut," imbuhnya.

Melalui Kemenpera lanjut dia, dirinya memperjuangkan dua pesantren salah satunya di Desa Pangauban diberi Rusunami atau asrama, kemarin sudah disurvei dan mendapatkan bantuan Rp1,7 miliar. "Asrama itu dikerjakan pemerintah Pusat, semoga di 2014 saya lebih banyak lagi dapat bantuan untuk pesantren,” jelas Roestanto.

Terkait nomor urut yang dikabarkan dapat nomor tiga bagi Roestanto tidak terlalu memperdulikan.  Terpenting bagi dirinya saat ini bagaimana berkerja maksimal dengan masa tugasnya hanya satu tahun lagi.

"Wah soal nomor urut saya serahkan ke DPP terpenting saya sebagai kader berusaha kerja dengan baik untuk masyarakat. Dan juga mengawal program pemerintah hingga akhir masa jabatannya 2014," tutupnya .

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Helm Replika "The Doctor" dari AGV Mulai Rp2,05 Juta