Penjaga Kantin Lapas Banceuy Akan Diperiksa Terkait Sabu dari India

|

Paket narkoba yang diselundupkan dari India (foto: Tri Ispranoto/Okezone)

Penjaga Kantin Lapas Banceuy Akan Diperiksa Terkait Sabu dari India
BANDUNG - Setelah membongkar penyelundupan sabu dari India yang ditujukan ke Lapas Narkotika Banceuy, Kepolisian kini memokuskan dugaan praktik pencucian uang atau money laundry dari hasil penjualan narkotika.

Dirres Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriyono mengatakan, pihaknya akan memeriksa penjaga kantin yang berada di Lapas Banceuy. “Kami periksa pegawai kantin terkait money laundrynya. Karena dari pengakuan tersangka uang jasa pengantaran (sabu) dititpkan ke pegawai kantin,” jelasnya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Sabtu (11/5/2013).

Hafriyono mengungkapkan, penelusuran money laundry dianggap penting untuk memutus mata rantai dari peredaran narkoba. “Kan kalau bisa diungkap, mereka (tersangka) tidak punya uang untuk memproduksi, mengantar, dan mengkonsumsi narkoba,” tuturnya.

Menurutnya, setiap pengantaran paket sabu para tersangka yang telah ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Jabar mendapatkan upah sebesar Rp1,5 juta. Namun, karena gagal tersangka hanya mendapatkan uang muka pembayaran sebesar Rp400 ribu.

“Dari keterangan tersangka, mereka baru dua kali menyelundupkan barang seperti ini. Yakni pada Januari lalu dan kali ini,” katanya.

Selain memeriksa penjaga kantin, pihaknya juga berencana memeriksa seorang warga negara Nigeria berinisial RO yang kini berada Lapas Nusakambangan.

Sebelumnya, anggota gabungan Ditres Narkoba Polda Jabar dan Bea Cukai Jabar menggagalkan penyelundupan sabu seberat 215 gram dari India.

Dari penggagalan ini, polisi menetapkan dua tersangka yang berperan sebagai kurir berinisial JM (33) dan KJ (28). Selain itu, satu orang warga binaan Lapas Banceuy berinisial ND (43) juga ikut menjadi tersangka. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ibunda Pelaku Tangisi Korban Penembakan Kanada