PNS Kemendikbud Gadungan Tipu 180 Sekolah se-Jabodetabek

ilustrasi (okezone)

PNS Kemendikbud Gadungan Tipu 180 Sekolah se-Jabodetabek
DEPOK - Polsek Sukmajaya Depok menangkap Drajat Hardianto (43), Pegawai Negeri Sipil (PNS) gadungan yang menipu para kepala sekolah di Jabodetabek.  
 
Dengan berpura-pura memakai pakaian dinas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) disertai kartu tanda pengenal palsu, Drajat mengiming-imingi korbannya tentang adanya pencairan dana Rehab Kelas Baru (RKB) kepada sejumlah sekolah tingkat SD dan TK di Jabodetabek.
 
Drajat mengaku dana itu Kemendikbud dengan total sebesar Rp250 juta per sekolah. Penipuan itu bahkan sudah dijalankan Drajat selama tiga tahun.
 
Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya AKP Syah Johan mengatakan, total kerugian korban mencapai Rp680 juta. Johan menyatakan, penangkapan terhadap Drajat terjadi Sabtu (11/05) terjadi di Jalan Merdeka, Sukmajaya setelah pihaknya mendapatkan laporan dari para korban.
 
"Sekarang pelaku masih kami periksa untuk mencari dokumen sekolah yang sudah ditipu di wilayah Jabodetabek,” katanya kepada wartawan, Minggu (12/05/2013).
 
Dari tangan tersangka, polisi mendapati puluhan proposal palsu pengajuan pencairan RKB. Selain itu, ada puluhan kwitansi bukti pembayaran pembuatan proposal dari pihak sekolah dan rekap nama sekolah yang akan menjadi sasaran aksi penipuan tersebut.
 
Menurut Johan, pelaku tidak bekerja sendiri, tapi dibantu oleh beberapa temannya yang lain. Saat ini, pihaknya sedang mengejar rekan pelaku yang diperkirakan enam orang.
 
“Sekarang kami masih kembangkan kasus ini. Karena dugaan kami banyak sekali korban penipuan yang terjadi," ungkapnya.
 
Salah seorang korban penipuan, Guru TK Pedati, Sukmajaya, Imam Setio (43), mengatakan aksi penipuan itu diketahuinya setelah 3 bulan pelaku tak kunjung mencairkan dana RKB yang dia janjikan. Padahal, sekolahnya telah menyerahkan uang sebesar Rp6,5 juta kepada tersangka. Akhirnya dia melaporkan kasus penipuan itu ke Polsek Sukmajaya.
 
"Setelah saya lapor, polisi minta saya pancing Drajat Hardianto untuk ketemu," katanya.
 
Sekolah lainnya yakni SDN Mekarjaya dan TK Permata Hati di Kecamatan Sukmajaya. Kedua sekolah itu telah menyetor uang pembuatan proposal RKB kepada Drajat masing-masing Rp7 juta. Akibat aksi yang dilakukan itu, Drajat akan dijerat dengan pasal 372 Junto pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara.
 
(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Josephine Tak Menyangka Dapat Tumpeng dari Jokowi