Lima Orang Diperiksa Atas Robohnya Menara Masjid Agung

|

Masjid agung di Asahan yang menaranya roboh (foto: Irwansyah/Okezone)

Lima Orang Diperiksa Atas Robohnya Menara Masjid Agung
ASAHAN - Polres Asahan memeriksa lima orang pasca-tewasnya dua pekerja pembangunan Masjid Agung di Jalan Ahmad Yani, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Keduanya tewas dalam peristiwa robohnya menara masjid siang tadi sekira pukul 11.30 WIB.

"Kita sudah periksa lima orang saksi terkait tewasnya dua pekerja yang mengetahui peristiwa tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Fahrizal, Senin (13/5/2013).

Menurutnya, kelima orang tersebut merupakan pekerja dan penanggung jawab pembangunan. Pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan.

Mengenai penyebab tewasnya kedua pekerja, yakni Ahmad Kahirullah (24) warga Kampung Pon, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Juliono (25) warga yang sama, masih dilakukan penyelidikan.

Dugaan sementara, menara tersebut roboh karena kerangka dan semen cor tidak kuat. "Kita masih lidik untuk kasus ini, tapi diduga karena prancanya (kerangka) tidak kokoh," ujarnya.
 
Dalam peristiwa itu selain dua orang tewas, juga ada empat korban luka. Mereka adalah Suhayadi (45) warga Kabupaten Pati, Provinsi Jateng, Caplin (18) warga Kabupaten Pati, Gojel (18) dan Lestari (16). Semua korban luka sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang untuk mendapatkan perawatan.

"Semua korban luka dan tewas ada di Rumah Sakit Abdul Manan Simatupang," ujarnya.

Pembangunan Masjid Agung yang berada tepat di depan Kantor Bupati Asahan itu dimulai sejak 2011 hingga saat ini dengan menggunakan dana APBN dan APBD Kabupaten Asahan.

Masjid tersebut dibangun di atas tanah seluas empat hektare HGU PT Bakrie Sumatera Platation (BSP). Selain masjid, di areal tanah tersebut akan dibangun islamic center, balai pertemuan, ruang acara pernikahan dan pendidikan hafis Alquran yang direncanakan akan selesai pada 2015. Pembangunan kesuluruhan bangunan tersebut mencapai Rp40 miliar.
(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Usik Kedaulatan, Jokowi Harus Tegas Terhadap Malaysia