Freeport Indonesia Belum Pastikan Jumlah Korban Longsor

Selasa, 14 Mei 2013 11:48 wib | Anton Suhartono - Okezone

Pembersihan material longsor (Ilustrasi, Dok: Sindo TV) Pembersihan material longsor (Ilustrasi, Dok: Sindo TV) JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) membenarkan insiden longsor atau terowongan runtuh di fasilitas pelatihan tambang bawah tanah.

Reruntuhan itu menimpa pekerja, namun pihak Freeport belum bisa memastikan berapa pekerja yang tertimbun atau terjebak.

“Saat ini kami masih belum dapat mengkonfirmasi jumlah mereka yang cedera, terperangkap, atau pun korban jiwa, jika ada. Mengingat tingkat kesulitan yang dihadapi, proses penyelamatan akan membutuhkan waktu,” demikian rilis yang diterima Okezone dari Corporate Communication PTFI, Selasa (14/5/2013).

Pihak Emergency Response Group (ERG) dan tim keselamatan hingga siang ini masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi.

PTFI juga telah melaporkan insiden ini ke lembaga pemerintahan terkait, termasuk Inspektur Pertambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Kami memberikan dukungan dan doa bagi karyawan kami beserta keluarga mereka, sejalan dengan terus dilakukannya upaya penyelamatan ini,” tulis PTFI.

Seperti diberitakan, longsor terjadi pada subuh tadi Waktu Indonesia Timur di Mile 74 Tembagapura, Timika. Diperkirakan ada 30 pekerja Freeport yang terjebak.
(ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »