Rahudman Dinonaktifkan dari Jabatan Wali Kota Medan

Selasa, 14 Mei 2013 16:49 wib | Irwansyah Putra Nasution - Okezone

Wali Kota Medan Rahudman Harahap (foto: Okezone) Wali Kota Medan Rahudman Harahap (foto: Okezone) MEDAN - Wali Kota Medan Rahudman Harahap dinon-akfitkan sementara waktu dari jabatannya menyusul kasus dugaan korupsi yang melilit orang nomor satu di Medan tersebut. Penonaktifan itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tertanggal 10 Mei lalu.

"SK non-aktif Rahudman sudah diterbitkan dan diserahkan ke Asisten I Pemprov Sumut, Hasiholan Silaen," ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Djohan, Selasa (14/5/2013).

SK tesebut diserahkan langsung ke Hasiolan di Jakarta pada Senin, 13 Mei kemarin. SK bernomor 131-12-2916-2013 itu per tanggal 10 Mei.

“Alasan penonaktifan agar beliau fokus dalam menghadapi kasus hukum yang membelitnya, apalagi di dalam UU No 32/2004 tentang Otonomi Daerah diatur tentang penonaktifan tersebut,” jelasnya.

Djohan melanjutkan, mekanisme penonaktifan selanjutnya berada di tangan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. "Resminya menunggu Gubernur untuk menyerahkan langsung surat tersebut ke Wali Kota Medan," jelasnya.

Seperti diberitakan, kasus dugaan korupsi itu menjerat Rahudman saat menjabat sebagai Sekda Tapanuli Selatan. Dia diduga menggelapkan dana TPAPD 2004-2005 yang merugikan negera sekira Rp1,5 miliar.

Atas perbuatannya, Rahudman kini menjadi terdakwa dan kasusnya tengah berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

Jaksa Penuntut Umum mendakwa terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) junto 3 junto 9, UU RI No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
(ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »