Penertiban Penambangan Emas Ilegal Rusuh, 17 Mobil Dirusak

Ilustrasi

Penertiban Penambangan Emas Ilegal Rusuh, 17 Mobil Dirusak
PEKANBARU - Penertiban penambang emas tanpa izin (PETI) di perbatasan Kabupaten Kuansing Riau dengan Propinsi Sumatara Barat (Sumbar) berakhir ricuh. Sebanyak 17 mobil tim gabungan dirusak masyarakat.

Tim yustisi yang dipimpin Bupati Kuansing, Sukarmis pun berhasil membakar sejumlah alat penambang emas yang berada di lokasi. "Namun saat ini kondisi situasi di lokasi sudah kondusif. Rombongan semua selamat. Memang 17 mobil kita dirusak," kata Kabag Umum Pemkab Kuansing, Hendra yang dihubungi Okezone.

Semula, tim gabungan yang jumlahnya puluhan orang terdiri dari perwakilan Pemkab Kuansing, Polri, TNI, Satpol PP dan tokoh masyarakat mencoba menertibkan penambangan emas di aliran Sungai Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing yang berbatasan dengan Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat.

Karena medan yang sulit rombonganpun meninggalkan mobil mereka. Setelah menyisir lokasi tambang emas, petugas langsung menertibkan dan membakar tempat olahan emas yang ditinggalkan pemiliknya. "Ternyata saat kami menertibkan tambang emas itu, ratusan warga yang diduga pemilik tempat pencarian emas itu mendatangi mobil. Kemudian mereka menghancurkan mobil petugas," ucap Hendra lagi.

Tidak berhenti sampai disitu saja, walau banyak aparat dari TNI maupun polri, masyarakat tidak takut. "Saat sampai di tempat mobil yang diparkir, mereka melakukan pelemparan. Namun kami semua selamat," imbuhya.

Hendra menyebut penertiban dilakukan karena masyarakat luas sudah sangat resah dengan aksi penambangan liar itu. "Warga mengeluh karena air sungai tercemar oleh zat berbahan kimia seperti merkuri. Padahal warga sangat bergantung dengan sungai untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Itu makanya kami harus menertibkannya," pungkasnya.
(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bebas Kebakaran Hutan, Desa di Riau Diberi Rp100 Juta