Plt Wali Kota Medan: Susah Pimpin Medan Kalau Sendiri

Rabu, 15 Mei 2013 13:16 wib | Irwansyah Putra Nasution - Okezone

Plt Wali Kota Medan: Susah Pimpin Medan Kalau Sendiri Rahudman saat menjabat sebagai wali kota (Wahyudi Siregar/Okezone) MEDAN - Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang resmi menjabat mulai hari ini mengaku tugas dan tanggung jawab untuk memimpin sangat berat. Alasannya, selama ini kepemimpinan selalu dijalankan berdua dengan Wali Kota Medan nonaktif Rahudman Harahap.

"Saya kan biasanya selalu berdua sama Pak Rahudman, namun kali ini harus sendiri, ya beratlah untuk memimpin kalau sendiri," katanya di Medan, Rabu (15/5/2013).

Eldin juga membantah adanya isu perpecahan antara dirinya dan Rahudman Harahap. Bahkan dia mengaku sebelum datang ke Kantor Gubernur Sumatera Utara guna mengambil SK dari Mendagri, terlebih dahulu berkoordinasi dengan Rahudman melalui telefon.

"Saya tetap akan berkoordinasi dengan Rahudman mengenai kebijakan yang akan dilakukan. Apalagi selama ini kami selalu bersama," akunya.

Saat disinggung kemungkinan dilakukannya evaluasi terhadap kebijakan Rahudman yang sebelumnya sudah diterapkan, Eldin menjawab tidak ada. Menurutnya kebijakan yang sudah diterapkan merupakan kebijakan bersama yang sudah pernah dievaluasi.

Dirinya berharap kasus yang membelit Rahudman dapat segera diselesaikan agar bisa kembali memimpin Kota Medan. "Saya mendoakan Rahudman dapat kembali memimpin Kota Medan," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap resmi dinonaktifkan berdasarkan SK Mendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah nomor 131-12-2916-2013 per tanggal 10 Mei lalu.

Penonaktifkan Rahudman menyusul kasus dugaan korupsi yang melilitnya saat menjabat sebagai Sekda Tapanuli Selatan. Dia menjadi terdakwa atas kasus korupsi Tunjangan Pengahasilan Aparatur Pemeritah Desa (TPAPD) Kabupaten Tapsel 2004-2005 yang diperkirakan merugikan negara Rp1,5 miliar.

Jaksa Penuntut Umum mendakwanya dengan Pasal 2 ayat (1) junto 3 junto 9, UU RI Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun.
(ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »