Empat Korban Lumpur Lapindo Ditangkap

Empat Korban Lumpur Lapindo Ditangkap
SIDOARJO - Setelah Polres Sidoarjo mengurangi jumlah personelnya dari tanggul, korban lumpur kembali bergolak. Mereka kembali menghalangi penanganan lumpur yang dilakukan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).
 
Puluhan warga, mendatangi tanggul lumpur dan meminta BPLS menghentikan aktivitas penanganan lumpur, Rabu (15/5/2013) pagi.  Mereka sempat bersitegang dengan polisi yang masih menjaga tanggul.
 
Karena warga tetap menghalangi petugas BPLS yang sedang menangani lumpur, polisi bertindak tegas. Sebanyak empat warga diamankan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut karena mereka terlihat menghalangi pekerja tanggul.
 
Aksi korban lumpur ini dilakukan setelah dalam beberapa hari mereka membiarkan BPLS menangani lumpur. Hal ini dilakukan karena ratusan polisi disiagakan untuk mengamankan tanggul.
 
Sekitar pukul 09.00 WIB,  puluhan warga lumpur yang berkumpul di tenda yang didirikan di atas tanggul. Mereka memang berniat menghentikan aktivitas petugas BPLS yang melakukan pengerukan di kolam penampungan lumpur.
 
Warga yang  merasa dikhianati oleh Lapindo karena ganti rugi belum juga dilunasi  berupaya mencegah petugas yang menggerakan eskavator di tanggul titik 22 Desa Jatirejo,  Kecamatan Porong. Mereka kemudian meminta petugas menghentikan kegiatan.
 
Melihat kondisi tersebut, polisi langsung merangsek menghadang warga. Bahkan,  Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki yang memimpin pasukan  berusaha menghalang-halangi upaya penghentian pengerjaan pengaliran lumpur.
 
Beberapa warga juga langsung dibawa polisi kembali ke tenda menjauhi pengerjaan eskavator. Sedangkan empat warga langsung diamankan di Polres Sidoarjo karena dianggap menghalang-halangi perbaikan tanggul.
 
Empat korban lumpur yang diamankan polisi, yakni, Budiono, Agus, Suwono yang semuanya warga Jatirejo, Porong serta Husni Thamrin warga Kedungbendo, Porong. Mereka masih dimintai keterangan oleh polisi.
 
Nur Ali mengatakan, perwakilan korban lumpur mengatakan aksi yang dilakukan warga semata-mata agar ganti rugi korban Lapindo segera dilunasi. Pasalnya, sampai saat ini pelunasan hanya janji belaka.
 
Warga sebenarnya masih berhak atas lahan yang digunakan tanggul lumpur. Sebab, lahan itu belum dibayar lunas oleh Lapindo "Sebelum ada pembayaran lunas pengerjaan lumpur yang berada di lahan warga seharusnya tidak dilakukan," ujar Nur Ali.
 
Korban lumpur juga meminta Polres Sidoarjo segera membebaskan 4 rekan mereka yang diamankan. Sebab, aksi yang dilakukan warga dalam rangka menuntut haknya.
 
Aksi yang dilakukan warga, lanjut Nur Ali,  agar cicilan lancar dan ganti rugi cepat lunas. Sehingga warga jangan  dibenturkan dengan polisi.
 
Humas BPLS Dwinanto H Prasetyo kondisi tanggul saat ini memang rawan. Oleh karena itu dibutuhkan pengerjaan untuk pengaliran lumpur ke Sungai Porong. “Tanggul rawan disebabkan penghentian pengerjaan oleh warga," ujarnya.
 
Sebenarnya, lanjut dia warga tidak salah karena menuntut haknya  karena pelunasan ganti rugi yang belum tuntas. Untuk itulah, Dwinanto berharap agar ganti rugi korban lumpur segera dilunasi sehingga warga tidak bergejolak lagi.
 
Sementara itu, Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki mengakui ada 4  korban lumpur hingga sore tadi masih diamankan di Polres Sidoarjo. Mereka diamankan  karena dianggap menghalang-halangi kerja BPLS untuk pengaliran lumpur.
 
Mantan Kapolres Jombang itu menambahkan, jika pengaliran lumpur tidak dilakukan, tanggul bisa jebol. Jika itu terjadi  akan merugikan masyarakat banyak. "Kita masih memeriksa 4 warga lumpur itu. Jika nantinya tidak ada unsur kesalahan mereka akan dilepaskan," ujar Marjuki.
 
Bukan hanya itu, 4 warga itu  juga akan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak kembali melakukan aktivitas menghalang-halangi petugas BPLS mengalirkan lumpur. “Kita berharap warga juga mengerti dengan kondisi lumpur saat ini," tegas Marjuki.
 
Untuk mengantisipasi aksi penghentian aktivitas BPLS oleh korban lumpur, Polres Sidoarjo masih menyiagakan sebanyak  60 personil. Mereka akan menjaga tanggul lumpur sampai kondisinya aman. (ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ulama PPP Jateng Tolak Hasil Muktamar Surabaya