Jokowi Akui Konsolidasi Antar Lembaga Pemerintah Kacau

|

Jokowi Akui Konsolidasi Antar Lembaga Pemerintah Kacau

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengakui sistem komunikasi antarlembaga pemerintah di Indonesia masih kurang baik. Tantangan ini menjadi pendorong dalam membangun reputasi pemerintah.

 

"Kekurangan kita itu satu, konsolidasi antar lembaga. Itu yang paling kacau. Dinas pergi sendiri, badan juga gitu. Tidak ada integrasi program yang jelas pada titik tertentu. Mau ke mana negeri ini, pemerintah daerah ini. Karena kita enggak ada brand yang fokus mau ke mana kita pergi," ungkap Jokowi di Jakarta, Kamis (15/5/2013).

 

Jokowi mengungkapkan, jika tidak dibangun sistem yang jelas, susah nanti ke mana arahnya menentukan uang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Produk yang ada di pemerintahan itu, kata Jokowi, ada di semua daerah. "Sekolah gratis dan pengobatan gratis, tapi sistemnya enggak dibangun yang bisa menyentuh masyarakat," jelas Jokowi.

 

Jokowi menuturkan, untuk program kesehatan, dulu sudah ada tetapi tidak ada sistemnya. Jadi, lanjutnya, orang sakit minta Surat Keterangan Tidak Mampu, lalu ke Puskesmas atau rumah sakit, baru dilayani.

 

"Sekarang KJS itu sudah kita luncurkan, meski banyak kekurangan. Ada lonjakan pasien. Tapi kalau KJS tidak diluncurkan, 510.000 pasien itu artinya tergeletak di rumah. Jadi pilih mana, tahan KJS sambil tunggu perbaikan fasilitas? Saya pilih luncurkan KJS sembari perbaiki fasilitas, perbanyak kelas III," tuturnya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Berkas Dua Guru JIS Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan