JAKARTA- Srikandi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menggelar nonton bareng film 'Kisah 3 Titik' bersama ratusan buruh perempuan di Mega Mal Bekasi, Jawa Barat.
Ketua Umum Srikandi Partai Hanura, Miryam S Haryani menilai aksi unjuk rasa oleh kaum buruh selama ini yang menuntut upah layak sangat wajar.
Menurut Miriam, belum terwujudnya rasa keadilan dalam hal pengupahan dan status pekerja menjadi alasan sentral mereka berdemo. “Buruh juga manusia, sudah seharusnya diperlakukan seadil-adilnya tanpa memandang bulu. Beberapa kebijakan sekarang memang saya lihat masih belum pro terhadap buruh, tidak heran jika mereka selalu berdemo untuk menuntut hak-haknya," kata Miriam dalam keterangannya, Sabtu (18/5/2013).
Partisipasi Miryam dalam acara nobar ini bermaksud ingin para buruh sadar akan hak-haknya, seperti buruh perempuan misalnya, yang layak mendapat cuti hamil dan fasilitas persalinan.
“Kami juga sebagai politisi melihat bahwa film ini juga dapat menjadi jembatan bagi pemangku kepentingan d ipemerintahan agar dapat melihat paling tidak bagian kecil dari realitas yang ada di kehidupan para buruh ini, sehingga film ini dapat menjadi warning untuk segera membuat undang-undang yang pro terhadap buruh,” terangnya.
Dia menambahkan, Partai Hanura akan tetap mengawal UU Ketenagakerjaan No 13 untuk memasukan pasal-pasal yang memang pro terhadap buruh perempuan. Undang-undang Ketenagakerjaan menurutnya harus menghasilkan simbiosis mutualisme, yang terkait antara buruh, pemerintah dan pemilik pabrik itu sendiri. "Kalau tiga pihak ini dapat duduk bersama dan menghasilkan sesuatu kebijakan yang pada akhirnya sama-sama memberikan keuntungan bagi masing-masing pihak, saya rasa May Day tidak akan ada lagi,” kata dia.
Sementara itu, Sekjen Srikandi Hanura Anita Firdaus, mengatakan peringatan May Day yang jatuh pada 1 Mei sejatinya tidak lagi diwarnai dengan aksi demo, melainkan dirayakan dengan suka cita sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan buruh. ”Ini memperlihatkan bahwa berarti buruh masih dalam diksriminasi, apalagi jika kita berbicara buruh perempuan. Di sini belum ada keberpihakan dan kepastian misalnya mengenai cuti hamil, hal-hal seperti inilah yang harus kami naungi dan perjuangkan,” sesalnya.
Sekadar diketahui, film 'Kisah 3 Titik' ini tayang perdana pada 2 Mei 2013 lalu. Film tersebut menggambarkan persoalan nyata buruh pabrik di Indonesia. Film yang disutradarai oleh Bobby Probowo itu diperankan oleh sejumlah artis diantaranya Maryam Supraba, Ririn Ekawati, Gary Iskak, Lukman Sardi, dan Lola Amaria selaku produser.
Film ini mengisahkan tentang tiga orang pekerja perempuan yang mempunyai satu kesamaan nama, yakni Titik. Film tersebut meninggalkan pesan moral bahwa ketiganya sebagai buruh terus berjuang dengan caranya masing-masing demi membuat perubahan nasib kaum perempuan.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.