Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Caleg Tak Cukup Bermodal Popularitas

Rahmat Sahid , Jurnalis-Sabtu, 18 Mei 2013 |19:12 WIB
Caleg Tak Cukup Bermodal Popularitas
Gedung DPR (Foto; Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait mengajak para calon anggota legislatif (caleg) untuk lebih intensif melakukan pendidikan politik ke masyarakat. Menurut dia, pemilihan umum (Pemilu) akan semakin berkualitas jika rakyatnya semakin cerdas.

“Pemilih yang semakin cerdas itu tidak akan sembarangan menentukan pilihannya, dan tidak akan terjebak dengan popularitas calon karena banyak memasang iklan. Karenanya, caleg juga jangan terjebak popularitas semata,” kata Maruarar dalam Dialog Anak Bangsa ‘Menuju Caleg 2014-Mengapa Loncat Pagar’ yang diselenggarakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia di Jakarta, Sabtu (18/5/2013).

Maruarar mengungkapkan, rakyat harus diberikan pendidikan politik yang baik, supaya mereka dapat memilih calon-calon anggota DPR yang memang berjuang untuk rakyat.

Dalam kondisi dan perkembangan politik sekarang ini, Ara, panggilan Maruarar, memang tidak sedikit yang demi popularitas dan meningkatkan elektabilitas seorang caleg menggunakan jasa konsultan politik. Sebab dengan jasa konsultan yang sekarang ini begitu luar biasa, maka seseorang dapat dikemas, yang semula tidak bagus kemudian bisa terkesan menjadi bagus.

“Nah persoalan semacam ini harus bisa dicerna dengan baik oleh pemilih, terutama mereka yang tingkat pendidikannya rendah,” ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR juga mengingatkan agar para caleg tidak terjebak dengan politik uang. Dia memberi contoh, di negara-negara yang sudah maju, tidak ada serangan fajar atau politik uang seperti di Indonesia dalam upaya menggenjot elektabilitas. Namun, di Indinesia masalah seperti itu merupakan persoalan yang terjadi di setiap pemilu.

“Fenomena itu yang kemudian memunculkan pertanyaan, jika anda dikasih uang, apakah anda akan menerima?. Di situlah caleg yang berkomitmen terhadap pendidkan politik harus bisa menghindari dengan mengintensifkan pendidikan politik,” kata Ara.

Dalam komitmennya memerangi politik uang itu, kata dia, pihaknya akan menjaga daerah-daerah yang potensi politik uangnya tinggi, agar pemilih terhindar dari praktik tidak sehat tersebut.

Dalam diskusi tersebut, hadir juga sebagai pembicara Ketua Umum PKPI Sutiyoso dan politikus Partai Gerindra Permadi, dan pengamat politik Arya Budi.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement