Belajar Busana Mancanegara Lewat Boneka Wangi

|

Foto : "Barbara Queen" boneka edukasi sekaligus aroma terapi dari UNY/UNY

Belajar Busana Mancanegara Lewat Boneka Wangi

JAKARTA - Boneka merupakan alat bantu yang tepat untuk belajar bagi anak-anak. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa jatuh cinta dengan benda yang memiliki bentuk unik dan lucu ini.

Tidak sekadar memanfaatkan boneka sebagai media hiburan dan edukasi, empat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga menyulap boneka sebagai sarana untuk menyisipkan nilai kesehatan. Barbara Queen pun mereka pilih sebagai nama produk tersebut.

Latifa Dwike Ambarawati, Arinta Setia Sari, Meita Wulan Sari, dan Renaldi Iriawan adalah sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan UNY 2013. Ketua kelompok, Latifa menyebut, nama Barbara dipilih dengan alasan untuk global branding,

“Jadi, dengan kesan internasional, boneka ini dapat mewakili berbagai kebudayaan dunia. Sedangkan queen adalah sebagai simbol eksklusifitas,” tutur Latifa, seperti disitat dari laman UNY, Minggu (19/5/2013).

Mahasiswi yang akrab disapa Ike itu menyebutkan, bahwa produk mereka memiliki nilai edukasi yang sarat akan kebudayaan. Ditambah lagi dengan memperkenalkan berbagai macam busana tradisional dunia. Namun mereka tetap mempertahankan budaya nasional, yakni batik sebagai bahan busana.

"Selain itu, boneka ini dapat mengeluarkan aroma terapi sebagai penghilang rasa lelah, refleksi pikiran, dan membantu menjaga kesehatan. Bahan-bahan yang kami gunakan sebagai aroma terapi berasal dari berbagai macam tanaman di lingkungan sekitar sehingga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan efek samping,” urai mahasiswi jurusan Pendidikan Teknik Busana itu.

Lalu, bagaimana ketika aroma terapi yang dihasilkan mulai memudar? Ketika hal tersebut terjadi, kata Ike, konsumen cukup memasukkan cadangan aroma terapi melalui celah reslitting yang ada pada boneka.

Gadis asal Lombok itu berharap, melalui karya tersebut, budaya batik akan semakin dikenal, baik di dalam maupun luar negeri. “Dengan kreasi boneka ini, harapan kami akan dapat membuka lapangan kerja baru, menyehatkan jiwa raga masyarakat, juga mengenalkan kebudayaan batik dan berbagai jenis pakaian daerah di Indonesia ataupun manca negara,” tutup Ike.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pollycarpus Bebas Bersyarat