MAKASSAR - Setelah 10 hari melakukan pengejaran, petugas Polrestabes Makassar akhirnya menangkap dua dari empat orang yang diduga sebagai pelaku penikaman kontributor Trans TV Makassar M Ardiansyah alias Endi, pada Kamis 8 Mei lalu.
Kedua tersangka yang dibekuk ini masing-masing bernama Rendi Rahman alias Kengkeng Bulukumba (19) dan Andi Rahmansyah alias Elli (22). Keduanya diketahui sebagai anggota geng motor Mappakoe.
Kengkeng ditangkap di rumahnya di Jalan AP Pettarani III Makassar, sedangkan Elli ditangkap saat bersembunyi di Desa Pajalesang, Kec Lilirilau, Kab Soppeng.
Hingga kemarin, kedua pemuda ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar. Sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
"Keduanya diduga kuat sebagai penikam terhadap wartawan Trans TV pada 8 Mei dini hari lalu," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Eko Wagiyanto, Minggu (19/5/2013).
Informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus penganiayaan wartawan ini bermula saat petugas Unit Khusus Polrestabes menangkap Kengkeng yang diduga terkait kasus pembakaran bus PO Bintang Prima di Jalan Perintis Tamalanrea, belum lama ini.
Setelah diinterogasi, Kengkeng juga mengakui berbagai kejahatan jalanan bersama rekan-rekannya di geng motor Mappakoe. Salah satunya, penikaman terhadap Endy dan perampasan ponsel serta kamera miliknya di Jalan Urip Sumohardjo.
"Dari pengakuan ini, kita kemudian kembangkan dan menangkap satu tersangka lainnya di Kab Soppeng pagi tadi," ujar Eko.
Dalam kasus tersebut, Elli dan Kengkeng mengaku hanya mengemudikan sepeda motor. Sedangkan eksekutor penikaman wartawan tersebut dilakukan oleh kedua rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.
"Kita belum bisa pastikan perannya masing-masing. Karena mereka saling menyudutkan. Makanya kita rencana melakukan konfrontir, dan terus mengejar dua pelaku lainnya," tambahnya.
Dari pengakuan keduanya, aksi penganiayaan tersebut dilakukan kelompok geng motor Mappakoe ini hanya sebagai bentuk eksistensi diri mereka.
Dikatakan Eko, untuk motif para pelaku pihaknya masih melakukan pendalaman. Apalagi hingga kini, tersangka memberikan keterangan yang berbelit-belit.
Sementara koordinator Solidaritas Jurnalis Indonesia Makassar, Nurdin Amir, mengaku, pihaknya mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam pengungkapan kasus penikaman wartawan ini.
Namun, dia mendesak penyidik harus bisa mengungkap motif dibalik kasus tersebut. Terlebih, jangan sampai para pelaku melakukan aksinya setelah dikomandoi pihak-pihak tidak bertanggungjawab. "Harus bisa diungkap motifnya. Apakah ini murni kriminal atau ada otak intelektual dibalik penikaman wartawan ini," tegasnya.
(Catur Nugroho Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.