JAKARTA - Lima belas tahun sudah reformasi dicetuskan di Indonesia. Namun, hingga saat ini dampak dari perubahan yang diinginkan oleh masyarakat tak kunjung terasa.
Hal itu membuat mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso mendeklarasikan sebuah Gerakan Indonesia Asa (Adil Sejahtera dan Aman).
"Kita harus akui secara jujur, tanpa mengurangi rasa hormat dan berterimakasih kepada pemimpin bangsa yang memimpin selama ini dan para mahasiswa yang mencetuskan dan menggelorakan reformasi, bahwa reformasi belum berhasil sepenuhnya seperti yang kita harapkan," kata Djoko di Balai Kartini, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Gerakan tersebut dideklarasikannya tepat dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada Senin, 20 Mei 2013. Momentum ini kata dia dimaksudkan untuk merefleksi kebangkitan Indonesia dengan berdirinya perkumpulan Budi Oetomo.
Untuk itu, melalui gerakan ini lanjut dia, dapat dilakukan konsolidasi nasional dengan menginventarisir keberhasian dan kekurangan yang ada selama ini.
"Bertujuan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa, agar berdaulat dibidang politik, mandiri dibidang ekonomi dan berkepribadian di bidang sosial budaya dalam rangka mencapai cita-cita bangsa Indonesia," tukasnya.
Selain itu dirinya juga mengajak bangsa Indonesia bangkit bersatu, bekerja keras, bersama-sama agar Indonesia kelak dapat sejajar dengan bangsa maju lainnya dalam rangka mencapai cita-cita bangsa Indonesia, merdeka, berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.