Polisi Pemilik Rekening Gendut Diterbangkan ke Papua

Ilustrasi (Dok Okezone)

Polisi Pemilik Rekening Gendut Diterbangkan ke Papua
JAKARTA - Tersangka kasus penimbunan bahan bakar minyak, penyelundupan kayu dan tindak pidana pencucian uang, Aiptu Labora Sitorus, pagi tadi dibawa ke Polda Papua untuk melakukan pemeriksaan intensif.
 
"Iya, tadi pukul 05.00 WIB dibawa ke Polda (Papua). Setelah BAP (berita acara pemeriksaan) selesai saya dampingi," ungkap Kuasa Hukum Labora, Azet Hutabarat saat dihubungi wartawan, Senin (20/5/2013).
 
Aiptu Labora ditangkap dan dibawa ke Mabes Polri setelah mengadu ke Komisi Kepolisian Nasional pada Sabtu 18 Mei 2013. Penangkapan terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di depan Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian yang bersebelahan dengan Gedung Kompolnas.
 
Usai ditangkap, Aiptu Labora ditahan di Rumah Tahanan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Dia disangka melanggar pasal 3, pasal 4 dan atau pasal 5 dan atau pasal 6 Undang-Undang No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana dan Pencucian Uang dan atau pasal 78 ayat 5 dan 7 jo pasal 50 ayat 3 huruf f dan h Undang-undang no 41 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang no 19 tahun 2004 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2004 tentang kehutanan.
 
Aiptu Labora menjadi terkenal karena kasus rekening gendut yang dimilikinya. Dia disebut memiliki uang di rekeningnya hingga mencapai Rp900 miliar. Bahkan, dalam waktu lima tahun, transaksi keuangan Labora mencapai Rp1,5 Triliun. Transaksi ini kemudian dilaporkan oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).
 
Menganggapi laporan tersebut, Kepolisian segera melakukan penyelidikan keterkaitan Labora pada kasus penimbunan BBM dan penyelundupan kayu yang telah ditangani Polda Papua sejak Maret 2013.
 
Saat diklarifikasi, Labora mengakui, memiliki usaha di bidang migas dan kayu. PT Rotua yang bergerak di bidang kayu dan PT Seno Adi Wijaya (SAW) yang bergerak di bidang migas dibeli oleh istri Labora tak lebih dari 10 tahun lalu.
 
Jajaran direksi perusahaan itu ditempati oleh orang-orang dari dalam keluarga besarnya. Istri Labora menjadi komisaris, adik iparnya menjadi direktur, dan kepemilikan saham dibagi juga kepada dua anaknya.
(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Singkirkan Kayu, Kakek Harso Ditahan