Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKS Targetkan Keruk Dana Rp2 Triliun dari Tiga Kementerian?

Misbahol Munir , Jurnalis-Senin, 20 Mei 2013 |13:40 WIB
PKS Targetkan Keruk Dana Rp2 Triliun dari Tiga Kementerian?
Ilustrasi (Foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan menargetkan dana sekira Rp2 triliun untuk persiapan Pemilihan Umum 2014. Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut, diduga dengan cara memainkan anggaran di tiga kementerian yang dipimpin oleh menteri asal PKS, yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Namun, hal itu dibantah tegas oleh Wasekjen DPP PKS, Mahfudz Siddiq. Menurutnya kabar tersebut hanyalah rekayasa. Sebab, partainya sampai saat ini belum melakukan pembahasan mengenai kebutuhan anggaran kampanye partai.

"Kalau sekarang ini muncul berita seolah-olah PKS dana kampanyenya Rp2 triliun. Pertama belum ada pembahasan berapa dana kampanye PKS, baik di Majelis Syuro, maupun di DPP. Saya termasuk orang yang ikut menyusun konsep pemenangan PKS di 2014. Kami bahkan belum bicara sama sekali soal pendanaan, anggarannya. Bahkan seluruh kebutuhan itu didistribusi ke mana," kata Ketua Komisi I DPR itu, di Gedung DPR, Senin (20/5/2013).

Mahfudz  juga yakin bila dana partai yang masuk selama ini merupakan dana yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagi dia, kasus transaksi Achmad Fathanah dengan LHI belum bisa dibuktikan sebagai dana yang masuk ke kas partai.

"Semua laporan keuangan diaudit dan bendahara PKS selalu terbuka menjelaskan kepada siapapun termasuk KPK mengenai keuangan kami. Walau ada transaksi misalnya Fathanah dalam hal ini berkaitan dengan Pak Lutfhi Hasan ini bicara uang belum diterima, kalaupun diterima ini harus dibuktikan apakah itu masuk ke kas partai atau tidak," tegas dia.

Menurut Mahfudz, persoalan yang membelit PKS saat ini, adalah hasil rekayasa. “Saya menduga dari sejumlah fakta-fakta yang diajukan KPK makin memperkuat indikasi saya, memang benar enam bulan lalu saya mendapatkan informasi bahwa PKS sedang ditarget untuk dicari kesalahannya, sehingga banyak fakta-fakta yang dikemukakan sekarang itu sepertinya hasil penyadapan, pengintaian yang sudah berlangsung lama bahkan sebelum kasus ini terjadi," kata Mahfudz.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement