MAKASSAR - Setelah menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo sejak Minggu, 19 Mei, korban peluru nyasar asal Kab Buru Selatan, Namlea, Maluku, Siswanto (12) akhirnya meninggal dunia dini hari.
Bocah ini mengembuskan napas terakhirnya sebelum tim dokter RSUP Wahidin melakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang di bagian kepala korban, Senin (20/5/2013).
Humas RSUP Wahidin, dr Ilham, saat dikonfirmasi mengatakan, korban meninggal dunia setelah peluru tersebut bersarang di objek vital di kepala korban.
Menurut Ilham, selama tiba di Makassar, pihak RS belum melakukan operasi pengangkatan karena menunggu kondisi kesehatan korban membaik.
"Rencananya hari ini dilakukan operasi pengangkatan peluru, tapi korban sudah meninggal dunia," kata Ilham saat ditemui di RSUP Wahidin.
Terpisah, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Wahidin, dr Khalid, membenarkan kalau bocal peluru nyasar asal Ambon tersebut telah meninggal dunia. Namun, dia mengaku belum bisa memberikan lebih jauh mengenai kondisi korban terakhir.
"Saya baru tahu kalau korban meninggal dari staf. Saya belum lihat rekam mediknya, jadi belum bisa beri keterangan," tuturnya sembari bergegas meninggalkan wartawan.
Diketahui, siswa kelas dua Madrasah Tsanawiah Namlea itu terkena peluru nyasar pada Sabtu, 18 Mei saat tengah bermain di rumah pamannya. Tiba-tiba sebuah peluru tajam menembus kepalanya dan mengakibatkan korban tersungkur bersimbah darah.
Sebelum dilarikan ke Makassar, korban sempat menjalani perawatan di RS Namlea dan RS Latumeten Ambon. Kekurangan peralatan operasi, korban dirujuk ke RS di Makassar.
Jenazah sudah dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan dengan menggunakan pesawat komersial.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.