JAKARTA - Kebutuhan percepatan penempatan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia memang menjadi persoalan yang krusial. Untuk itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencanangkan membangun Pusat Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja (P3TK) di 33 Provinsi sebagai proyek percontohan.
“Keberadaan P3TK ini memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat proses rekrutment dan penempatan tenagakerja secara praktis, efisien dan efektif serta membantu pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang diinginkan, “ kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar seusai menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional di kantor Kemenakertrans, Jakarta pada Senin (20/5/2013).
Meski persoalan tenaga kerja masih menjadi fokus perhatian, Muhaimin mengatakan bila sejauh ini kondisi ketenagakerjaan di Indonesia mengalami perbaikan dalam hal jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk bekerja, dan penurunan tingkat penangguran. Namun, hal itu bukan berarti membuat pemerintah berhenti untuk terus memperbaikinya dengan terus menciptakan lapangan kerja baik formal maupun informal.
Arah perbaikkan tersebut didasari oleh data miliki Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat hingga Februari 2013 mengalami penurunan menjadi 7,17 juta orang (5,92 persen) dibanding Agustus 2012 yang mencapai 7,24 juta orang (6,14 persen).
“Pemerintah menetapkan 5 pilar strategi yaitu Informasi dan Layanan Ketenagakerjaan, Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Angkatan Kerja, Pengembangan UMKM dan kewirausahaan, Program Padat Karya dan Infrastruktur serta Program Darurat Penciptaan Lapangan Kerja," tukasnya.
Muhaimin menambahkan, untuk mewujudkan strategi Informasi dan Layanan Ketenagakerjaan maka Kemnakertrans membangun P3TK. “Pusat pelayanan percontohannya ini akan membantu perusahaan untuk mengurangi biaya perekrutan calon pegawai yang cukup besar. Sementara calon pekerja juga tidak perlu datang ke perusahaan-perusahaan atau mencari iklan lowongan yang menyita waktu dan tenaga, " tuturnya.
Para pencari kerja hanya perlu datang ke pusat pelayanan kemudian didata oleh operator. Selanjutnya data tersebut akan diantar pengantar kerja ke perusahaan-perusahaan yang sesuai kriteria. Dengan cara ini, minimal dalam waktu enam bulan para pencari kerja akan mendapat panggilan dari perusahaan yang menyediakan lowongan yang sesuai.
"Data yang masuk dari pusat pelayanan di daerah akan terhubung secara online 24 jam yang terinfokan ke seluruh Indonesia sehingga proses penempatan tenaga kerja bisa di lakukan antar kerja antar daerah (AKAD), " terangnya.
Terkait program ini, Muhaimin mengharapkan dukungan pemerintah daerah (pemda) dan Perusahaan- perusahaan untuk merealisasikan keberadaan dan manfaat dari P3TK. Mengingat pusat pelayanan ini akan menjadi ujung tombak dari program pengurangan kemiskinan yang dibawah tanggung jawab langsung Wakil Presiden Boediono.
“Kita ajak para pemda dan perusahaan swasta agar mendukung dan memanfaatkan fasilitas di P3TK ini. Mereka bisa mengumumkan lowongan kerja yang ada sekaligus bisa menghemat biaya dalam penempatan tenaga kerja, “ simpulnya.
Sekedar diketahui, 33 P3TK yang akan dibangun berada di Aceh, Langkat, Padang, Pekanbaru, Jambi, Muara Enim, Kaum, Lampung Selatan, Bangka, Batam, Jakarta Selatan, Bogor, Pati, Sleman, Cilegon, Pasuruan, Tabanan, Lombok Tengah.
Selain itu, pusat pelayanan lainnya pun akan akan dibangun di Kupang, Pontianak, Tanah Laut, Kapuas, Samarinda, Mamuju, Gowa, Donggala, Kendari, Manado, Gorontalo, Ambon, Ternate, Jayapura dan Sorong.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.