Hakim Kasus Bioremediasi Chevron Diusulkan Dicopot

|

Ilustrasi (Dok Okezone)

Hakim Kasus Bioremediasi Chevron Diusulkan Dicopot
JAKARTA - Kuasa Hukum Direktur PT Green Planet Indonesia (GPI) Ricksy Prematury, Otto Bismarch mendesak Komnas HAM memberikan rekomendasi agar Ketua Majelis Hakim Sudarmawati Ningsih, yang memimpin sidang kasus bioremediasi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di Pengadilan Tipikor Jakarta, dicopot.
 
"Komnas HAM bisa lakukan langkah awal dengan mengusulkan digantinya Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Sudarmawati Ningsih yang memimpin sidang kasus ini," ungkap Otto kepada Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigay, di kantornya, Jalan Latuharhary, Jakarta, Selasa (21/5/2013).
 
Menurut Otto, apa yang disampaikan istri Ricksy, Ratna Widiastuti yang ikut datang ke Komnas HAM sudah cukup jelas, dan membuktikan pengadilan tidak bisa memberikan keadilan. Bahkan kliennya sudah 8 bulan mendekam di Rutan Kejagung.
 
Semantara itu, Ratna Widiastuti juga menyampaikan langsung ketidakpuasannya terhadap jaksa maupun hakim yang menyidangkan kasus suaminya. Dia mengaku, hakim telah bertindak diskriminasi dalam menyidangkan suaminya.
 
"Hakim bertindak diskriminasi terhadap suami saya. Majelis hakim membela JPU, itu terlihat dari saksi-saksi yang hadir di sidang itu. Kalau saksi yang akan mengunkap fakta, selalu dibentak-bentak. Tapi kalau saksi yang lain, seperti Juliver, dan Edison yang sering tidak sopan dalam sidang diberi kebebasan," papar Ratna.
 
Ratna pun meminta Komnas HAM segera bertindak dan menghentikan praktek kriminalisasi terhadap kasus bioremediasi PT Chevron itu. Oleh karena itu, dia yakin dari fakta persidangan suaminya tidak bersalah. Namun, tetap divonis bersalah oleh hakim.
(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah di Cengkareng