Hakim Kasus Bioremediasi Chevron Diusulkan Dicopot

Selasa, 21 Mei 2013 14:53 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Hakim Kasus Bioremediasi Chevron Diusulkan Dicopot Ilustrasi (Dok Okezone) JAKARTA - Kuasa Hukum Direktur PT Green Planet Indonesia (GPI) Ricksy Prematury, Otto Bismarch mendesak Komnas HAM memberikan rekomendasi agar Ketua Majelis Hakim Sudarmawati Ningsih, yang memimpin sidang kasus bioremediasi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di Pengadilan Tipikor Jakarta, dicopot.
 
"Komnas HAM bisa lakukan langkah awal dengan mengusulkan digantinya Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Sudarmawati Ningsih yang memimpin sidang kasus ini," ungkap Otto kepada Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigay, di kantornya, Jalan Latuharhary, Jakarta, Selasa (21/5/2013).
 
Menurut Otto, apa yang disampaikan istri Ricksy, Ratna Widiastuti yang ikut datang ke Komnas HAM sudah cukup jelas, dan membuktikan pengadilan tidak bisa memberikan keadilan. Bahkan kliennya sudah 8 bulan mendekam di Rutan Kejagung.
 
Semantara itu, Ratna Widiastuti juga menyampaikan langsung ketidakpuasannya terhadap jaksa maupun hakim yang menyidangkan kasus suaminya. Dia mengaku, hakim telah bertindak diskriminasi dalam menyidangkan suaminya.
 
"Hakim bertindak diskriminasi terhadap suami saya. Majelis hakim membela JPU, itu terlihat dari saksi-saksi yang hadir di sidang itu. Kalau saksi yang akan mengunkap fakta, selalu dibentak-bentak. Tapi kalau saksi yang lain, seperti Juliver, dan Edison yang sering tidak sopan dalam sidang diberi kebebasan," papar Ratna.
 
Ratna pun meminta Komnas HAM segera bertindak dan menghentikan praktek kriminalisasi terhadap kasus bioremediasi PT Chevron itu. Oleh karena itu, dia yakin dari fakta persidangan suaminya tidak bersalah. Namun, tetap divonis bersalah oleh hakim.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »