3 Pasukan Hizbullah Tewas dalam Perang Suriah

Foto : Pasukan Hizbullah (NYTimes)

3 Pasukan Hizbullah Tewas dalam Perang Suriah
BEIRUT - Aktivis Suriah melaporkan, tiga orang anggota kelompok bersenjata Hizbullah tewas karena luka parahnya ketika berperang di Kota Qusair Suriah. Angka kematian kelompok Hizbullah di kota tersebut juga meningkat menjadi 31.

Kelompok Hizbullah memang tampil sebagai pendukung Presiden Bashar al-Assad yang sedang berseteru dengan fraksi oposisi. Pertempuran di Kota Qusair kini terlihat makin intensif, karena kedua belah pihak tengah memperbutkan kota tersebut.

"Sekira 31 pasukan Hizbullah tewas sejak Minggu lalu, sementara itu 68 pasukan oposisi ikut tewas. Enam jasad ditemukan dan kami tidak bisa mengidentifikasi jasad itu. Sembilan pasukan Assad juga terbunuh," ujar aktivis di Suriah, seperti dikutip AFP, Selasa (21/5/2013).

Stasiun televisi Hizbullah juga menyiarkan laporan mengenai pemakaman para pasukannya. Namun mereka tidak menjelaskan secara spesifik di mana para pasukannya tewas.

Menurut sumber yang dekat dengan Hizbullah, para anggota kelompok bersenjata itu terbunuh karena ledakan bom yang ditanam pasukan oposisi Suriah. Meski jumlah korban dari kubu Hizbullah cukup besar, Hizbullah memutuskan untuk tetap mengirimkan pasukannya ke Qusair guna membantu pasukan Assad.

Keberadaan Hizbullah di Suriah cukup membuat khawatir Amerika Serikat. Presiden AS Barack Obama menelpon Presiden Lebanon Michel Suleiman untuk memaparkan kekhawatirannya.

Stasiun televisi Suriah melaporkan perkembangan konflik bersenjata itu. Saat ini, pasukan Suriah dikabarkan sudah mengontrol seluruh bangunan-bangunan milik pemerintah di Qusair. Mereka pun mengibarkan bendera Suriah di atas bangunan itu.

"Puluhan teroris (oposisi) terbunuh dan terluka dalam perang, beberapa di antara mereka adalah warga Arab dan warga asing," ujar seorang pasukan loyalis Assad. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rekomendasi KPK Soal Menteri Jokowi Tak Perlu Diumumkan ke Publik