Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Batu Seberat 500 Ton Timbun Korban Longsor Freeport

Catur Nugroho Saputra , Jurnalis-Rabu, 22 Mei 2013 |12:22 WIB
Batu Seberat 500 Ton Timbun Korban Longsor Freeport
Lokasi runtuhnya terowongan area Big Gossan (foto: Freeport)
A
A
A

JAKARTA - Longsor tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Big Gossan, Timika, Papua, yang menewaskan 28 pekerja, ternyata berbeda dengan insiden di Chili.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menjelaskan, titik reruntuhan terjadi di kelas untuk training bukan di jalan menuju lokasi longsir.

"Ruangan kelas itu yang rubuh. Berbeda dengan yang terjadi di Chili yang runtuhnya di jalan menuju ruangan. Hal ini membuat para pekerja terjebak di dalamnya," kata Jero, saat jumpa pers di kantor Kementrian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (22/5/2013).

Dijelaskannya, untuk menyelamatkan pekerja yang berada di ruangan kelas tersebut PT Freeport harus menggunakan alat bor dengan cara mengambil satu persatu batu yang menimbun ruangan tersebut.

"Batu tersebut beratnya hingga tonan, bahkan ada yang mencapai 500 ton. Sehingga menggunakan alat bor untuk menyelamatkan pekerja," jelasnya.

Pada saat penyelamatan pekerja tersebut, lanjut dia, operator mesin bor harus berhati-hati, karena jika tidak reruntuhan batu bisa terjadi lagi dan menimpa para penyelamat.

"Begitulah suasana evakuasi di dalam gua, dan memang tidak mudah," imbuhnya.

Runtuhnya ruangan yang dijadikan kelas training karyawan Freeport menewaskan 28 pekerja. Ada 10 orang yang selamat dengan rincian lima mengalami luka ringan dan sisanya luka berat.

(Tri Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement