Kompolnas: Polwan Cantik Jangan Dijadikan Pelayan

|

Briptu Rany Indah Yuni Nugraeni (Foto: Youtube)

Kompolnas: Polwan Cantik Jangan Dijadikan Pelayan

JAKARTA – Kesan polisi yang angker dan galak mulai terkikis dengan hadirnya perempuan-perempuan cantik berseragam coklat. Selain rupawan, polisi wanita (polwan) yang rata-rata berusia muda itu juga terlihat cakap saat menyampaikan informasi lalu lintas di layar televisi.

Komisioner Kompolnas, M Nasser, mengatakan, kehadiran polwan cantik akhir-akhir ini untuk mengubah citra polisi yang terpuruk. Peran polwan dengan naluri keibuan dianggap mampu melakukan pendekatan persuasif.

“Polwan cantik itu perlu untuk mengubah citra polisi yang terburuk. Selain itu bisa digunakan untuk melakukan negoisasi saat demo atau eksekusi agar tidak rusuh,” kata Nasser kepada Okezone, Rabu 22 Mei malam.

Kendati demikian, tambah Nasser, peran polwan tidak boleh disalahgunakan menjadi sekretaris pribadi bagi seorang pejabat polisi.

“Kasus Briptu Rany itu bisa menjadi pelajaran. Jangan menempatkan polwan cantik sebagai sespri. Apalagi polwan disuruh menyiapkan minuman, jangan jadikan polwan sebagai pelayan,” tegasnya.

Nasser menambahkan, pihaknya akan meminta penjelasan kepada Polri atas kasus yang menimpa Briptu Rany Indah Yuni Nugraeni, anggota Polwan Polres Mojokerto. Polwan cantik tersebut menghilang setelah foto-foto pribadinya beredar di dunia maya. Selain dinyatakan buron, Briptu Rany juga terancam dipecat dari instisusi penegak hukum itu.

Kasus itu semakin mencoreng Polri, setelah paman Briptu Rany, Syarif Safrudin, mengtakan pihaknya telah melaporkan Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho dan Kasubag Humas Polres Mojokerto, AKP Lilik Akhiril Ekowari, ke Propam Mabes Polri.

 

Syarif menuturkan, keponakannya kabur akibat menjadi korban pelecehan Kapolres Mojokerto dan seringkali di-bully oleh AKP Lilik Akhiril Ekowati, polwan senior yang diduga merasa cemburu sosial karena Briptu Rany diangkat menjadi sekpri oleh Kapolres.

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JK Tak Setuju KPK Langsung Dirikan Tiga Cabang