Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus LHI Picu PKS Ingin Pamit dari Koalisi

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Kamis, 23 Mei 2013 |11:40 WIB
Kasus LHI Picu PKS Ingin Pamit dari Koalisi
Ilustrasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya membeberkan alasan terkait dengan rencananya untuk hengkang dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi. Salah satunya adalah penanganan kasus hukum di Indonesia yang dinilai masih jauh dari harapan publik.

"Dalam hal ini kasus hukum LHI, kita sudah sepakat semua proses hukum ditangani oleh KPK. Tapi proses hukum ini, diarahkan sedemikian rupa sehingga berdampak pada institusi kita," kata Wakil Sekjen PKS, Mahfud Sidiq, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Kedua adalah terkait dengan rencana pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menurut Mahfud justru akan menyusahkan masyarakat, dan menimbulkan kebimbangan di fraksi-fraksi yang ada di DPR.

"Soal BBM, BLT, cara lain untuk menggiring agar partai-partai di DPR terjebak, bahwa rencana kenaikan ini kan bukan hanya sekali, nyatanya setiap pemerintah melakukan kenaikan BBM, semua usulan diabaikan," paparnya.

Mahfud mengakui bahwa rencana untuk keluar dari koalisi sempat menjadi pembahasan ditingkat Majelis Syuro partainya. Pasalnya pemerintah dianggap terlalu mengedepankan kepentingannya sendiri tanpa mengindahkan usulan yang datang dari anggota koalisi.

"Bukan nyaman atau tidak nyaman, tapi memang ada kebijakan-kebijakan yang pemerintah ingin mengambil keuntungan sendiri. Sampai hari ini belum ada pembicaraan keluar, tapi itu bisa terjadi kapan saja," tegasnya.

(K. Yudha Wirakusuma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement