DENPASAR – Perolehan suara pasangan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) mendadak unggul setelah tim DPP PDIP setelah turun ke sembilan kabupaten/kota di Bali. Sebelumnya, pasangan tersebut kalah tipis dibanding paket Made Mangku Pastika, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan.
“Setelah tim hukum kami lakukan pengecekan seluruh dokumen C1 banyak temuan di daerah pada intinya kami punya keyakinan menang,“ tegas Wasekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto, saat jumpa pers di Kantor DPD PDIP Bali, Jalan Moncong Putih Renon, Denpasar, Rabu 22 Mei.
Ketua Tim Hukum DPP PDIP, Arif Wibowo, mengungkapkan, pihaknya tidak mau gegabah menyampaikan hasil rekapitulasi perolehan suara di 57 kecamatan, sebagaimana disampaikan pihak lawan yang serta merta mengklaim kemenangan. Apalagi, sampai saat ini KPU belum mengumumkan secara resmi rekapitulasi penghitungan surat suara sudah berjalan baik dan tidak.
Setelah dilakukan uji validasi dokumen C1 di 6371 TPS, Arif meyakini pasangan PAS telah mengantongi suara mendekati 100 persen kebenaranya. Untuk memeriksa keaslian formulir C1 di seluruh kabupaten kota, partai berlambang banteng moncong putih itu mengerahkan 30 relawan dari mahasiswa.
“Dari penghitungan berbasis C1 yang otentik kesimpulannya pasangan kami yang menang, dengan perolehan 1.065.009 suara, “kKata Arif yakin didampingi petinggi DPP dan DPD PDIP Bali.
Sedangkan perolehan suara paket PastiKerta, kata Arif, perolehan suaranya sebanyak 1.063.174. Dengan hasil itu, PDIP mengklaim sebagai pemenang dalam Pilgub Bali dengan perolehan suara 50,04 persen mengalahkan PastiKerta yang meraih 49,96 persen, dengan selisih kemenangan sekira 1.835 suara.
Pihaknya berharap akurasi data dalam rekapitulasi penghitungan suara itu bisa menjadi dasar koreksi rekapitulasi di tingkat kabupaten, yang digelar pada Kamis 23 Mei. Dalam kesempatan sama anggota tim advokasi lainnya, Arteria Dahlan, mengungkapkan terjadinya selisih suara tipis itu wajib dilakukan pembuktian.
“Saya sudah keliling ke kabupaten saya pastikan bahwa siapa yang bermain merubah C1 dalam penghitungan suara akan ketahuan,“ tegas Arteria.
Pihaknya juga telah menginventarisasi dan melengkapi data sebagai bahan pelaporan dugaan kecurangan atau pelanggaran pilgub. Dugaan kecurangan itu seperti praktik money politic yang tidak hanya dilakukan tim sukses namun juga kandidat dengan berbagai modus.
Selain itu, PDIP juga mengantongi data dan bukti kuat adanya mobilisasi pejabat dan PNS untuk memilih kandidat tertentu serta adanya kampanye hitam yang menyudutkan pasangan PAS.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.