Dosen Unsyiah Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Ilustrasi

Dosen Unsyiah Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
BANDA ACEH - Dosen Biologi FMIPA Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Edi Rudi (42), ditemukan tewas bersimbah darah di belakang Laboratorium Terpadu kampus itu. Dugaan sementara korban terjatuh dari lantai tiga gedung yang berada di Jalan Syeh Abdul Rauf tersebut.

Jenazah korban mulanya ditemukan Munasir (23), seorang petugas laboratorium yang piket malam hingga pagi. Dia terkejut ketika melihat sesosok mayat bersimbah darah dengan posisi terlentang mengenakan kaos oblong dan celana olahraga di belakang laboratorium sekira pukul 07.00 WIB. Hal itu pun dilaporkan ke petugas keamanan.

"Luka di kepala cukup parah," kata Sahidin (52), pegawai laboratorium lainnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (23/5/2013).

Menurutnya, saat kejadian suasana laboratorium masih sepi. Sesaat kemudian polisi tiba di lokasi dan membawa jenazah korban ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh untuk divisum. "Indikasi sementara tidak ditemukan adanya keterlibatan pihak ketiga dalam kasus ini," ujar Kapolsek Syiah Kuala, AKP Yusuf Hariadi, saat dikonfirmasi di tempat terpisah.

Berdasarkan hasil visum dan olah tempat kejadian perkara, lanjut Yusuf, tidak ditemukan indikasi tindak kriminal dalam kasus ini. Diduga korban terjatuh dari lantai tiga gedung tersebut dan kepalanya terbentur sudut beton teras.

Di lantai tiga, ada sebuah ruangan yang menghadap ke belakang dan hanya terhalang pagar besi setinggi pusar orang dewasa. Posisi mayat korban memang berada di bawah ruang itu, namun kondisi pagar besi penghalang masih utuh. "Korban meninggal di tempat," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari istri korban yang tinggal di kompleks dosen sektor selatan Darussalam, Banda Aceh, Edi mulanya keluar rumah pada subuh tadi setelah mendengar ada yang memanggilnya di luar. Biasanya Edi hanya berolah raga sebentar di luar kemudian pulang, namun pagi tadi isterinya cemas karena hingga jelang pukul tujuhbelum juga kembali.

"Berdasarkan pengakuan isterinya korban mengalami penyakit darah tinggi," sebutnya.

Hingga kini jasad korban masih disemayamkan di RSU Zainal Abidin. Rencananya jenazah dipulangkan ke Sumatera Barat untuk dikebumikan di kampung halamannya.
 
(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    1.000 Pemuda Syukuran di Tugu Proklamasi