Pilgub Bali, PDIP Tolak Teken Berkas Pleno KPU

|

Surat suara Pilgub Bali

Pilgub Bali, PDIP Tolak Teken Berkas Pleno KPU

DENPASAR- Tim pemenangan pasangan gubernur dan wakil gubernur Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan yang diusung PDIP, menolak menandatangani hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara KPU di beberapa Kabupaten di Bali.

Rapat pleno KPU membahas rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilihan Gubernur Bali diwarnai aksi penolakan penandatanganan berita acara dilakukan saksi-saksi tim pemenangan pasangan Puspayoga dan Sukrawan (PAS)

Di Kabupaten Badung, Buleleng, dan Tabanan misalnya. Meski rapat pleno berjalan lancar, namun saksi-saksi PDIP memilih tidak mau membubuhkan tanda tangan karena menilai ada indikasi berbagai pelanggaran.

"Kami tidak mau tanda tangan, karena hasil isi formulir C1 dan D4 berbeda di mana ada selisih hingga 554 suara," kata saksi PAS Kabupaten Tabanan, Ketut Purnaya, Kamis (23/5/2013).

Selisi suara sebesar itu ditemukan di kecamatan Tabanan. Apapun aturannya, kata dia, pihaknya hanya ingin mengungkapkan fakta yang ada sebab formulir C1 adalah fakta paling awal di bawah yang sangat menentukan.

Atas hasil itu, dia akan menyampaikan ke induk partainya untuk penyikapan lebih lanjut.

Ketua KPU Tabanan, Ida Bagus Made Kresna Dhana, mengatakan, meski saksi pasangan PAS tidak menandatangani beberapa formulir pengesahan, namun hal itu tidak mempengaruhi keabsahan hasil pleno.

"Data yang didapatkan di Kabupaten kan hasil dari rekapitulasi di kecamatan yakni D, DA1 itu yang kita pakai dasar dan telah dibacakan oleh PPK, semua dokumen ada di dalam kotak bersegel," tegasnya.

Saat pleno tingkat kecamatan semua saksi pasangan nomor urut 1 (PAS) dan pasangan nomor urut 2 (PastiKerta), semua tanda tangan dan tidak ada yang keberatan.

Itu artinya, mekanisme rakapitulasi dilakukan KPU mulai tingkat TPS, tingkat desa, hingga kecamatan sudah berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Data-data yang ada sudah valid mengacu pada formulir C1, tidak ada selisih suara seperti disampaikan saksi pasangan PAS yang diusung PDIP.

Bisa saja, terjadi kesalahan di formulir C1 karena salah input data dari tim sukses. Yang pasti, kata dia, seluruh proses rekapitulasi yang ada sudah sesuai mekanisme.

"Soal keberatan salah satu pasangan sudah dituangkan dalam berita acara, kalau saksi tidak tanda tangan ya tidak masalah karena itu tidak mengurangi keabsahan dari Pleno KPU," tegasnya lagi.

Dari rapat pleno KPU Tabanan diketahui perolehan suara pasangan PAS mendapat suara sebanyak 170.446 suara, sedangkan pasangan PastiKerta 123.291 suara dengan suara tidak sah 4.018.

Dari data dilansir kubu pasangan Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta hasil rekapitulasi suara hasil Pemilihan Kepala Daerah Bali antar kabupaten yang dihimpun di KPU Bali diketahui, pasangan PAS memperoleh 1.062.738 atau 49,98 persen dan Pastika-Sudikerta 1.063.734 suara atau 50,02 persen.

"Pasangan Pasti-Kerta unggul 996 suara dari PAS," kata Ketua Koalisi Bali Mandara Pasti-Kerta, Gde Sumarjaya Linggih di Sekar Tunjung Center (STC) Denpasar secara terpisah.

Meski demikian, pihaknya meminta pendukung PastiKerta dan masyarakat tetap tenang sembari menunggu pengumuman KPU Bali.

"Jangan ada klaim mengklaim kemenangan dahulu. Harus diingat pilgub ini proses demokrasi menuju kedamaian dan kesejahteraan dalam memilih pemimpin Bali lima tahun ke depan," tegasnya.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jalani Ritual Khusus, Bahar Ditemukan Tewas di Bak Mandi