PM Inggris: Ini Serangan Teroris

Pelaku pembunuhan di London (Foto:ITV/CNN)

PM Inggris: Ini Serangan Teroris
LONDON - Perdana Menteri Inggris David Cameron melontarkan komentar mengenai pembunuhan yang terjadi di London di siang hari. PM Cameron menilai pembunuhan itu adalah tindakan teroris.

"Ini adalah serangan teror. Kami tidak akan pernah tunduk terhadap tindakan teror," ujar Cameron dalam akun twitternya, seperti dikutip CNN, Kamis (23/5/2013).

Hal serupa diutarakan oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May. Pihaknya mengatakan masih terus menyelidiki situasi pembantaian yang terjadi Rabu 22 Mei itu.

"Kami sudah pernah melihat tindakan teror di Inggris sebelumnya dan kami akan terus melawannya. Tindakan memuakan seperti ini tidak akan lolos dari hukum," tegas May.

Insiden mengerikan ini dilakukan oleh dua orang pria yang tidak diketahui identitasnya. Pria itu diketahui menabrak korban yang diperkirakan sebagai prajurit Inggris, dengan mobil dan kemudian mencincangnya hingga tewas dengan pisau dan golok.

Pelaku sempat melihat kamera yang berada di lokasi dan mulai berceloteh alasan untuk melakukan tindakan pembunuhan tersebut. "Kami bersumpah demi Allah, kami tidak akan berhenti berjuang hingga kalian tidak mengganggu kami. (Tindakan terhadap) prajurit Inggris ini adalah nyawa dibalas nyawa," tutur salah satu pelaku dalam rekaman video tersebut.

Seperti diketahui, pembunuhan itu terjadi di dekat Barak Royal Artillery di Woolwich. Barak itu itu merupakan rumah dari pasukan-pasukan unit berkuda dan unit artileri dari Kerajaan Inggris. Woolwich sendiri menjadi wilayah yang sering dijadikan tempat latihan militer.

Kementerian Pertahanan Inggris langsung menyelidiki laporan tersebut karena peristiwa pembunuhan itu telah menewaskan salah seorang pasukan. Namun mereka belum mengeluarkan komentar lebih lanjut untuk menyikapi peristiwa itu. (faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Susun Kabinet, Jokowi Tegaskan Tak Ada Intervensi Parpol