Keberanian Pembina Pramuka Dekati Pembantai Prajurit Inggris

|

Ingrid Loyau-Kennet Mendekati Pembunuh Woolwich (Foto: Sky News)

Keberanian Pembina Pramuka Dekati Pembantai Prajurit Inggris

LONDON – Pelaku pembunuhan tentara di Woolwich, London juga ingin membunuh petugas polisi. Hal itu dia sampaikan kepada seorang pembina pramuka yang dengan berani mendekati pelaku.

 

Ingrid Loyau-Kennet baru saja pulang dari liburannya saat menjadi saksi mata pembunuhan Woolwich. Saat itu dia sedang menaiki sebuah bis.

 

“Bus tiba-tiba berhenti. Saya melihat tubuh seorang pria tergeletak di pinggir jalan. Saya terlatih memberikan perawatan darurat, jadi saya turun untuk membantu pria itu,” cerita Loyau-Kennet, seperti dikutip Guardian, Kamis (23/5/2013).

 

Loyau-Kennet mengaku pria itu sudah tidak bernyawa saat dia mendatanginya. Dia lalu berbicara dengan pelaku yang berada di dekatnya.

 

“Saya berbicara dengannya selama lima menit. Saya bertanya kenapa dia melakukannya. Dia menjawab karena tentara itu sudah membunuh warga muslim di Irak dan Afghanistan,” jelas Loyau-Kennet.

 

“Saya bertanya bagaimana jika polisi datang. Dia menjawab ini perang, jika polisi datang maka dia akan membunuh mereka juga,” lanjutnya.

 

Ucapan pelaku pembunuhan itu tidak terbukti. Dia dan rekannya dengan mudah dilumpuhkan polisi yang datang ke lokasi kejadian.

 

Peristiwa pembunuhan Woolwich mengingatkan banyak orang dengan serangan bom Boston. Pelaku bom Boston juga mengaku melakukan teror untuk membalas invasi ke Irak dan Afghanistan.

(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Si Jago Merah Mengamuk di Kalideres