JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menyatakan, partainya tidak merasa bahagia dengan kasus korupsi yang membelit Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai berbasis Islam itu didera isu korupsi setelah mantan presidennya, Luthfi Hasan Isaaq, disangka menerima uang Rp1 suap izin kuota impor daging sapi.
"Kami tidak happy terhadap nestapa yang terjadi di tetangga," kata Ramadhan saat dihubungi Okezone, Kamis malam (23/5/2013).
Namun, dia berharap, PKS sebaiknya menyerahkan kasus Luthfi ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ramadhan berkeyakinan KPK bisa menuntaskan kasus impor daging tanpa bisa diintervensi pihak manapun, bahkan oleh Istana.
"KPK itu independen. SBY juga tidak pernah melakukan intervensi terhadap kasus apapun," terang Ramadhan.
Dia meminta PKS tidak perlu menghubungkan kasus Luthfi sebagai bagian konspirasi Istana atau Demokrat untuk menghancurkan mereka. Ramadhan menyarankan PKS belajar kepada Demokrat dalam mengatasi kader partai yang tersangkut korupsi.
"Kader kami yang tersangkut hukum ada, tapi kami tidak pernah menuding apa pun konspirasi dari mana," ungkapnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.