5 Ribu Warga Muslim Inggris Kecam Tragedi Pembantaian Prajurit

|

Foto : Tabur bunga di depan barak militer Inggris (Reuters)

5 Ribu Warga Muslim Inggris Kecam Tragedi Pembantaian Prajurit
LONDON - Sekira 5 ribu warga Muslim Inggris berkumpul di Masjid Morden. Mereka menggelar aksi untuk mengecam tragei pembantaian sadis terhadap prajurit Inggris, Lee Rigby, di Woolwich.

Para jamaah masjid itu mendoakan Drummer Lee Rigby dan keluarganya. Mereka pun menyuarakan solidaritasnya untuk melawan gerakan militan di negara tersebut.

"Kami bersatu dengan negara ini dan merasakan kesedihan atas tragedi mengerikan yang terjadi hari Rabu. Doa kami tujukan untuk keluarga Drummer Lee Rigby, kami berharap para pelaku kejahatan ini dihadapkan pada pengadilan," ujar salah seorang pimpinan ormas Islam Inggris Rafiq Hayat, seperti dikutip Belfast Telegraph, Sabtu (25/5/2013).

"Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, perdamaian, dan mengecam pembunuhan. Tindakan sadis seperti ini sama sekali tidak dibenarkan oleh ajaran Islam," tegasnya.

Seperti diketahui, tragedi pembantaian di Woolwich sempat memicu serangan terhadap salah satu rumah ibadah di Gilingham. Saksi mata mengatakan, salah seorang pria masuk ke masjid di wilayah itu dan merusak barang-barang yang ada.

Menurut kepolisian, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan mengenai motif serangan di masjid itu. Namun mereka pun cukup yakin, serangan itu adalah aksi balas dendam terhadap insiden pembantaian Woolwich.

Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Rabu lalu juga dikecam keras oleh Dewan Muslim Inggris. Dewan Muslim Inggris menyebut peristiwa itu sebagai pembantaian bar-bar.

"Ini merupakan tindakan barbar yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, kami mengecam peristiwa ini. Kami turut berduka atas peristiwa ini," demikian pernyataan Dewan Muslim Inggris. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kabinet Jokowi Harus Gambarkan Keterwakilan Daerah