Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Golkar: BLSM Tak Pengaruhi Pemilu 2014

Misbahol Munir , Jurnalis-Minggu, 26 Mei 2013 |08:59 WIB
Golkar: BLSM Tak Pengaruhi Pemilu 2014
ilustrasi dok. okezone
A
A
A

JAKARTA - Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi pengganti dalam kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dirasakan kurang cukup.  
Calon Presiden (Capres) Partai Golkar Aburizal Bakrie melalui juru bicaranya Nurul Arifin mendesak pemerintah selain memberikan kompesansi jangka pendek berupa BLSM juga memberikan kompesansi jangka panjang akibat dari kenaikan harga BBM.
 
"Kompensasi jangka panjang berupa infrastruktur, beasiswa untuk pendidikan, PNPM dan PKH. Golkar yang meminta untuk kepentingan rakyat," kata Ical melalui pesan singkat yang diterima Okezone, Minggu (26/5/2013).
 
Tak hanya itu, kata dia, BLSM juga harus tepat sasaran jangan sampai warga kurang mampu yang terbebani kenaikan BBM tidak mendapatkannya. "Pemerintah harus membantu rakyat yang kurang mampu akibat penurunan subsidi BBM yang berakibat pada kenaikan harga BBM," ujarnya.
 
Sementara, Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) Golkar Nurul Arifin menjelaskan, partai berlambang pohon beringin tersebut siap membantu pemerintah untuk menyusun program paket kompensasi ini, supaya lebih tepat sasaran kepada msyarakat yang membutuhkan.
 
"Yang pasti, kenaikan harga BBM akan menyebabkan tekanan hidup yang besar pada masyarakat dengan pendapatan terendah (miskin). Atas dasar inilah mengapa BLSM menjadi penting, walau sifatnya sementara," jelasnya.
 
Menurutnya, anggap partai politik non Setgab Koalisi yang melihat BLSM sebagai upaya membeli suara masyarakat dalam rangka Pemilu 2014, tidaklah mungkin terjadi. Alasannya, pendeknya masa pelaksanaan BLSM.
 
"Tidaklah berpengaruh besar pada Pemilu. Permasalahan mendasarnya adalah bagaimana menempatkan masyarakat miskin supaya tidak terlalu mendapatkan beban berat akibat kenaikan BBM ini. Golkar berpendapat program BLSM ini cukup antara tiga sampai empat bulan," tambahnya.

(Catur Nugroho Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement