4 Hektar Tanah di Danau Rio Diduduki Warga Secara Ilegal

|

4 Hektar Tanah di Danau Rio Diduduki Warga Secara Ilegal
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membangun rumah susun dan ruang terbuka hijau di kawasan Ria Rio, Polumas, Jakarta Timur. Proyek ini akan digarap PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meminta PT Jakpro melakukan negosiasi dengan PT Pulomas Jaya, sebagai pemilik lahan.
 
"Kita arahannya tidak boleh dibiarkan lahan disewakan, semua lahan harus bisa disewakan. Termasuk lahan 4 hektare yang diduduki warga ilegal. Jakpro harus profesional, biasa kerja sama dengan Ancol," ujar Ahok ini di Balai Kota Jakarta, Senin (27/5/2013).
 
Kata Ahok, lahan tersebut awalnya memiliki luas sekira delapan hektare. Namus seluas empat hektare sudah dibebaskan pihak PT Polumas.
 
"4 hektare lagi masih diduduki warga dan kendala itu kita minta untuk segera dicarikan jalan keluarnya, supaya proyek RTH bisa segera dibangun," tutur pria yang kesehariannya memakai kacamata ini.
 
Dikatakannya, bila masalah tersebut belum menemukan pencerahan, maka hanya dikerjakan hanya sekedarnya saja. "Kita minta dibebaskan, tapi kalau belum bisa bebas, karena rusun belum siap uang ganti rugi belum ketemu kita kerjakan dulu yang sudah bebas agak di belakang, jadi yang apa adanya dulu," ungkap mantan Bupati Bangka Belitung Timur ini.
 
Menurut Direktur Utama Jakarta Propertindo, Budi Karya, mengatakan dirinya siap menjalankan perintah yang telah diamanahkan dari orang nomor dua di DKI Jakarta ini.
 
"Arahannya sederhana tapi memang membawa suatu misi yang pada dasarnya Jakpro harus profesional, amanah dan sesuai kaidah-kaidah yang di mana kita berpijak pada suatu rel kejujuran dan memberikan arti bagi Pemda DKI," kata dia saat dikonfirmasi oleh wartawan.
(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah di Cengkareng