D4 Teknik Sipil ITS Tak Sempat Terima dari Jalur SNMPTN

|

Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

D4 Teknik Sipil ITS Tak Sempat Terima dari Jalur SNMPTN
JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka Diploma-4 (sarjana terapan) Teknik Sipil untuk menyikapi "booming" infrastruktur yang membutuhkan sumber daya manusia dalam kuantitas dan kualitas memadai.

"Sebanyak 140-145 lulusan D3 yang ada selama ini selalu dipesan sejumlah perusahaan kontraktor sebelum lulus, karena itu kami membuka D4 Teknik Sipil," ujar Kepala Program Studi (Prodi) Diploma ITS Ir M. Sigit Darmawan M.Eng.Sc PhD, seperti dikutip dari laman ITS Online, Selasa (28/5/2013).

Sekretaris Prodi Diploma I Dr. Ridho Bayuaji ST MT menjelaskan, pembukaan D4 Teknik Sipil itu untuk melayani kebutuhan pasar yang cukup besar itu, sekaligus menjawab booming infrastruktur di Tanah Air akhir-akhir ini.

"Tapi, persiapan kami mendadak, sehingga tidak sempat menerima D4 Teknik Sipil dari jalur nasional seperti SNMPTN dan SBMPTN, karena itu angkatan pertama kami seleksi dengan ujian lokal pada 27 Juni dengan pendaftaran pada 13 Mei-21 Juni," ucapnya.

Lanjutnya, D4 Teknik Sipil yang merupakan program ketiga secara nasional setelah UI dan ITB itu mencetak lulusan dengan tiga kompetensi yakni Bangunan Gedung, Bangunan Air, dan Bangunan Transportasi.

"Jalur karir dari ketiga kompetensi itu antara lain ahli struktur, ahli material bangunan, ahli pelaksanaan proyek, ahli pantai, ahli pengembangan sumber daya air (bendungan/irigasi), ahli pengelolaan air perkotaan, ahli jalan raya, ahli pelabuhan, dan ahli jembatan," ungkapnya.

Ditanya perbedaan dengan S1 Teknik Sipil yang sudah dimiliki ITS, dia mengatakan D4 sebagai program vokasi atau terapan itu menerapkan 40 persen praktik, sedangkan praktik dalam program S1 hanya sekira 25 persen.

"Selain itu, D4 Teknik Sipil itu fokus pada aplikasi dan mencetak lulusan siap kerja, karena sistem pengajarannya lebih banyak di laboratorium atau studio, lalu pembelajaran tidak diakhiri dengan skripsi, melainkan tugas akhir dalam bentuk proyek," tuturnya. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Danjen Harus Bikin Kopassus Lebih Humanis