ITS Tetapkan Total UKT Rp28,6 Juta

|

Ilustrasi. (Foto: okezone)

ITS Tetapkan Total UKT Rp28,6 Juta

JAKARTA - Polemik mengenai penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terus bermunculan. Terutama di kalangan mahasiswa yang akan merasakan langsung penerapan UKT tersebut.

Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa PTN tahun akademis 2013/2014 sudah ditentukan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 55 tahun 2013, tanggal 23 Mei 2013 yang mengatur tentang besaran penyusunan UKT di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Mengenai biaya perkuliahan, ITS akan menerapkan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp7,5 juta, namun angka itu sudah diputuskan secara resmi dengan Permendikbud. Dikutip dari laman ITS Online, Selasa (28/5/2013), ITS juga menerima mahasiswa miskin lewat program Bidikmisi sebesar 10 persen dengan UKT mulai Rp500 ribu per semester.

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS sistem yang sekarang atau tahun sipil angkatan 2012/2013 dengan tarif SPP senilai Rp2,5 juta, SPI Rp7,5 juta, dan SPP lain Rp2,4 juta. Jadi, rata-rata sampai selesai mahasiswa membayar Rp46,7 juta.

Dengan sistem UKT, program studi (Prodi) teknik sipil jenjang S1 meliputi tujuh kelompok UKT, yaitu dimulai dari kelompok I senilai Rp500 ribu, kelompok II Rp1 juta, kelompok III Rp2,5 juta, kelompok IV Rp4 juta, kelompok V Rp5 juta, kelompok 6 VI Rp6 juta, dan kelompok VII Rp7,5 juta.

Jadi, rata-rata sampai selesai mahasiswa membayar Rp28,6 juta ada lima persen mahasiswa sampai selesai membayar Rp4 juta, dan ada lima persen mahasiswa sampai selesai membayar Rp8 juta. UKT mahasiswa miskin diperuntukkan dimulai dari kelompok I, UKT rata-rata kelompok V, dan UKT mahasiswa kaya kelompok VII.

Sekadar informasi, ITS memberikan tugas magang pada 60-90 perusahaan yang selama ini menjalin kerja sama dengan Teknik Sipil ITS, di antaranya PT Adhikarya, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Pelindo, PT PLN, PT Semen Gresik, PDAM, PT Geosistem, PT Tata, dan sebagainya.

(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mensos Ingin Pasien Miskin Dilayani