Pilkada Bondowoso Digugat ke MK

|

Pilkada Bondowoso Digugat ke MK

JAKARTA - Pasangan bakal calon Bupati Bondowoso, Haris Sonhaji-Harimas mengajukan gugatan perselisihan Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Harimas, ada dugaan kecurangan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat menggelar Pilkada Bondowoso.

"Permasalahan di Pilkada Bondowoso itu hakikatnya tidak sah. Mestinya dilakukan Pilkada ulang," kata Harimas, saat sidang pemeriksaan pendahuluan di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2013).

Dijelaskannya, dalam Pilkada Bondowoso hanya ada dua pasangan calon yakni Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja) dan Mustawiyanto-Abdul Manan (Muna). Dia menuding pasangan Muna yang ditetapkan oleh KPU hanya sebagai boneka pasangan Aswaja agar memenangkan Pilkada.

"Muna yang awalnya itu sebagai bonekanya Aswaja untuk mendampingi. Alasannya Pilkada memang minimal harus ada dua pasangan calon. Pada 1 Mei sebelum pemilihan, partai pengusung Muna, PKNU telah menarik dukungannya, dan itu dibenarkan di dalam PKPU No.5/2012 pasal 101-102," jelasnya.

Harimas dan Haris sebenarnya telah mendaftarkan diri sebagai salah satu calon, namun dicoret oleh KPU. Merasa dihalangi, Harimas pun melaporkan KPU dan Panwaslu Bondowoso ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"DKPP akhirnya memutuskan memecat ketua dan dua anggota KPU dan seorang Panwaslu Bondowoso," tambahnya.

Namun, sambung dia, keputusan DKPP itu terjadi setelah proses Pilkada selesai dan ada pemenangnya. Akhirnya dia pun mengajukan hal ini ke MK. Karena, yang bisa membatalkan hasil Pilkada hanya lembaga pimpinan Akil Muchtar tersebut.

"Ini kewenangan MK, karena itu kami maju ke sini untuk meminta keadilan," tambahnya.

(trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jasad Korban Jembatan Rubuh Berhasil Dievakuasi