"Wamen Perdagangan Setuju Kuota Impor Daging Sapi Ditambah"

|

Luthfi Hasan Ishaaq (foto: Heru)

JAKARTA - Nama baru disebut dalam sidang lanjutan terdakwa kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/5/2013). Hal itu terkuak saat Majelis Hakim memperdengarkan bukti rekaman percakapan telepon antara Ahmad Rozy dengan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. 

Dalam rekaman percakapan telepon pada 25 Januari 2013 itu, Rozy menyebut Wakil Menteri Perdagangan menyetujui adanya penambahan kuota impor daging sapi. Sekedar diketahui bila Wakil Menteri Perdagangan yang saat ini menjabat adalah Bayu Khrisnamurthi.

Persetujuan dari Kementerian Perdagangan dalam penambahan kuota impor daging sapi memang menjadi salah satu syarat dibolehkan atau tidaknya penambahan kuota. Penambahan kuota harus lebih dulu mendapat persetujan dari tiga Kementerian yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Perekonomian, dan Kementerian Pertanian.

Berikut petikan rekaman percakapan telepon antara Rozy dan Luthfi soal penambahan kuota impor daging sapi:

Rozy: Assalamuallaikum

Luthfi: Wallaikum salam, tolong dikomunikasikan dengan Bu El tentang apa yang diminta oleh Pak Warso (staf Mentan Suswono) ini minta data tentang update kebutuhan lapangan semester ini.

Kebutuhan update semester ini, update terakhir, supaya ada alasan bagi Pak Menteri untuk mengeluarkan izin karena Wamen mengatakan sudah cukup.

Rozy : Wamen bilang malah perlu ditambah ustad

Luthfi: Wamen Perdagangan?

Rozy: Iya Wamen Perdagangan

Luthfi: Semester berikutnya bukan sekarang. Tolong agar supaya dia punya argumentasi untuk dijadikan landasan bahwa semseter ini perlu tambahan. Minta data lapangan.

Rozy: oke ustad

Luthfi: Mudah-mudahan bisa baik-baik. Kalau bisa secepatnya. Minggu ini segera tereksekusi, tanpa itu karena susah. Perlu untuk semester berikutnya. Semester ini sudah cukup.

Rozy pernah menjadi kuasa hukum tersangka Ahmad Fathanah. Dalam sidang kali ini, dia bersaksi untuk terdakwa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

(trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pebri Tewas dengan Pisau Menancap di Tubuh