Buka Prodi Farmasi, UNS Andalkan Nuclear Magnetic

|

Ilustrasi Nuclear Magnetic Resonance. (Foto: wordpress)

Buka Prodi Farmasi, UNS Andalkan Nuclear Magnetic

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun akademi 2013/2014 membuka program studi (prodi) Farmasi. Salah satu yang diandalkan pada prodi Farmasi ini adalah penggunaan Nuclear Magnetic Resonance (NMR).

"Satu-satunya NMR yang memiliki perguruan tinggi adalah UNS. NMR adalah alat untuk menguji komposisi obat-obatan," ujar Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Prof Ari Handono Ramelan kepada wartawan, di Rektorat UNS, Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/5/2013).

Ari mengatakan, Prodi Farmasi yang dibuka berada di bawah FMIPA. Tahun akademi 2013/2014 ini menerima 50 mahasiswa melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT).

"Pembukaan prodi farmasi didasarkan pada Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi nomor 209/E/O/2013 tertanggal 22 Mei 2013," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dibukanya prodi Farmasi antara lain dilatarbelakangi berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang mana kebutuhan farmasi di rumah sakit umum milik pemerintah sampai 2019 sebanyak 3.038 orang, sedang kekurangannya mencapai 1.619 orang tenaga apoteker. Kekurangan itu baru sebatas rumah sakit umum pemerintah, belum swasta.

Selain itu, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian, salah satunya menyebutkan bahwa industri farmasi harus memiliki tiga orang apoteker penanggungjawab. Sedang industri tradisional dan pabrik kosmetika harus memiliki sekurang-kurangnya satu orang apoteker penanggung jawab.

"Kebutuhan akan tenaga farmasi itu belum termasuk yang instansi seperti BPOM dan lain-lain," jelasnya.

(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    SBY Dipercaya Bisa Perkuat Soliditas Demokrat