Peringati 7 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Arak Ogoh-Ogoh Ical

|

Ogoh ogoh gambar Ical diarak korban lumpur Lapindo (Sony Hermawan/Sindo TV)

Peringati 7 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Arak Ogoh-Ogoh Ical

SIDOARJO - Korban lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengarak ogoh-ogoh Aburizal Bakrie (Ical), dalam rangka memperingati tujuh tahun luapan lumpur. Mereka mendesak perusahaan membayar sisa ganti rugi sebesar 80 persen yang belum terealisasi.

Ogoh-ogoh Ical diarak warga mulai dari Pasar Porong Lama menuju tanggul lumpur titik 21 di Desa Jatirejo. Mereka berjalan beriringan menyusuri menyusuri jalan raya mengusung patung Ical mengenakan kemaja berwarna kuning.

Tidak hanya ogoh-ogoh, para korban juga membawa beraneka poster berisi tuntutan ganti rugi dan hujatan ke PT Minarak Lapindo Jaya, anak perusaan Lapindo Brantas yang menangani ganti rugi.

Iring-iringan itu sempat membuat macet Jalan Raya Porong menuju Surabaya. Begitu pula arah sebaliknya, karena banyak pengguna jalan yang ingin menyaksikan aksi para korban.

Dalam aksi tersebut, para korban mendesak PT Minarak Lapindo Jaya segera menyelesaikan sisa ganti rugi ke korban yang totalnya lebih dari Rp700 miliar. Padahal perusahaan sudah menjanjikan pembayaran lunas pada akhir Mei ini, namun kembali diundur hingga November 2013.

Dewan Walhi Jawa Timur, Bambang Catur Nusantara, mengatakan, selain belum tuntasnya proses ganti rugi, korban lumpur juga mengalami permasalahan sosial, budaya, dan pendidikan. Pendidikan anak-anak korban lumpur selama tujuh tahun terabaikan.

Senada disampaikan Mulyani, korban lumpur asal Jatirejo. Dia menegaskan, akibat luapan lumpur panas, kehidupannya kini hancur. “Hilang pekerjaan, ganti rugi juga tidak ada. Kami mau makan apa?” kesalnya.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kapolri Tinjau Lokasi "Pertempuran" Polisi-TNI