Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tahanan Wanita Tewas Gantung Diri di Mapolsek

Salman Mardira , Jurnalis-Kamis, 30 Mei 2013 |16:55 WIB
Tahanan Wanita Tewas Gantung Diri di Mapolsek
Ilustrasi gantung diri
A
A
A

BANDA ACEH - Seorang perempuan ditemukan tewas tergantung di kamar mandi tahanan Mapolsek Ulee Kareng, Banda Aceh. Ekasari Julianti (37) merupakan tersangka kasus penggandaan uang itu tewas akibat gantung diri.

Wanita asal Kampung Perintis, Medan Timur, Sumatera Utara, itu diduga mengakhiri hidupnya dengan melilitkan kain selendang ke lehernya dinihari tadi. Jasad korban ditemukan petugas tergantung, Kamis (30/5/2013), sekira pukul 06.30 WIB.

"Tersangka ditemukan bunuh diri di kamar mandi Polsek Ulee Kareng dengan cara gantung diri menggunakan jilbab yang biasa dipakai menutupi auratnya," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Erlin Tangjaya, saat dikonfirmasi Okezone.

Ekasari yang memiliki seorang bayi diduga mengakhiri hidupnya karena stres di penjara. Selama dua hari ditahan, sang suami sempat menyambangi Ekasari dan membawa anaknya untuk disusui. Belakang dia mengetahui suaminya diam-diam sudah membawa anaknya itu ke Medan.

"Kemungkinan dia stres karena itu," ujarnya.

Ekasari ditangkap polisi setelah kembali dari Pulau Sabang pada 27 Mei atas laporan tiga warga yang merasa sudah tertipu. Polisi menyita uang senilai Rp8,9 juta diduga hasil penipuan dengan modus praktik penggandaan uang.

Ekasari mengaku bisa mengubah perhiasan imitasi menjadi emas dengan cara ditanam dalam kurun 44 hari. Kepada korbannya, dia meminta uang senilai Rp4 juta setiap menjalankan aksinya. Kemudian si korban kembali diwajibkan membayar lagi Rp4 juta menjelang imitasi itu menjadi emas.

Erlin mengatakan, selama di penjara polisi sempat melarang Ekasari mengenakan selendang karena dikhawatirkan bisa disalahgunakan. "Tapi petugas tetap memberi mukena setiap dia salat, setelah itu diambil balik. Selama di tahan dia terlihat seperti rajin sekali ibadah," ujarnya.

Belakangan dia memprotes petugas yang tak mengizinkannya mengenakan selendang ke kamar tahanan dengan alasan untuk menutup auratnya. Kemudian polisi mengizinkan Ekasari mengenakan selendang penutup kepala di penjara, namun disalahgunakan Ekasari.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement