42 Saksi Kasus Cebongan Tolak Bersaksi di Persidangan Militer

|

LP Cebongan, Sleman (Foto: Prabowo/Okezone)

 42 Saksi Kasus Cebongan Tolak Bersaksi di Persidangan Militer

SLEMAN - Sebanyak 42 saksi kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Cebongan, Sleman, DIY, menolak memberikan kesaksian di persidangan yang digelar Juni nanti. Mereka memilih memakai fasilitasteleconference dan tidak perlu datang ke persidangan demi alasan keamanan.

Jelang digelarnya sidang perdana kasus penyerangan Lapas Cebongan yang melibatkan 12 anggota Kopassus, para saksi mata peristiwa keji itu menolak memberikan kesaksian secara langsung. 42 saksi terdiri dari sipir lapas dan para tahanan tidak bersedia datang ke persidangan karena alasan keamanan.

Mereka mengaku masih trauma karena melihat langsung eksekusi empat tahanan hingga tewas yang dilakukan 12 anggota Kopassus Goup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Maret.

Kepala Kanwil Kemnkumham DIY, Rusdianto, mengatakan, para saksi meminta fasilitas teleconference saat memberikan kesaksian pada sidang nanti. Permintaan teleconference itu karena pertimbangan psikologis saksi yang belum normal. Mereka merasa lebih nyaman dan leluasa menggunakan teleconference daripada hadir langsung ke persidangan.

“Hal ini karena para saksi masih trauma dengan peristiwa Maret lalu, serta takut akan alasan keamanan,” kata Rusdianto, usai acara serah terima jabatan Kalapas Cebongan, Jumat (31/5/2013).

Sementara itu mantan Kalapas Cebongan yang baru purnatugas, Sukamto, mengaku siap jika dipanggil menjadi saksi. Bahkan, Sukamto mengaku siap jika harus datang langsung ke persidangan karena yakin ada jaminan keamanan dari petugas Kepolisian maupun TNI. Namun, hingga kini dia belum ada surat undangan sebagai saksi dari Oditurat Militer. 

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Korban Ledakan PT Krakatau Posco Meninggal Dunia